Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Alternatif
  • Artikel
  • Dunia Berubah!
  • Artikel

Dunia Berubah!

Suara Mahasiswa Juni 18, 2014

Oleh: Syifa Luthfiati/SM

Kini anak muda tak lagi mengenal manisnya bersurat cinta. Tak ada lagi untaian kata tercipta dalam secarik polos kertas berbau harum. Dihias pita yang nantinya disampaikan melalui cupid-cupid terpercaya agar sampai pada tujuan yaitu, sang pujaan. Dan tibalah dalam relung waktu cemas terbalut harapan-harapan pembalasan.

Euforia itu kini menghilang. Zaman mematikannya secara perlahan. Muda-mudi modern lebih mencintai instannya proses, dibanding menikmati proses itu sendiri. Benda mati yang “katanya” pintar menjadi dewa bagi seluruh umat sekarang ini. Ya, apa lagi selain gadged! Seluruh jiwa dikuasai olehnya. Terutama anak bangsa yang nantinya mewarisi segala permasalahan negara ini. Mereka disibukkan oleh hal-hal kehidupan tidak penting yang mereka ciptakan sendiri. Sebut saja kegiatan baru yang kini kental dilakukan usia semanis mereka itu, penggalauan dan kekepoan mereka akan sesuatu yang membuang waktu penting.

Galau kata yang sudah tidak asing lagi, seseorang yang sedang merasakan dan pikiran yang begitu resah. Sedangkan kepo, tingkat keingintahuan yang berlebih mengenai urusan seseorang. Dua kegiatan itu sedang menjadi virus bagi anak bangsa saat ini. Sayangnya tidak begitu diperhatikan. Padahal akan memberi dampak negatif. Keacuhan muda-mudi akan keadaan lingkungannya meningkat. Seharusnya mereka terbentuk menjadi anak muda kritis yang cemas dengan masa depan bangsanya. Tapi mereka kini apatis. Termakan alur orang-orang penuh kepentingan yang sukses membuat mereka menjadi manusia konsumtif. Mungkin saja ada sisi-sisi dimana akan menjadi positif, bila dari dua kegiatan itu menciptakan gagasan –gagasan baru dalam dunia yang penuh dramatisasi ini.

Bila saja dunia ini masih seperti dulu. Seperti zaman ibu pertiwi masih seusia muda kami sekarang. Berani beretrorika tajam namun bertanggungjawab. Dan mencintai negerinya seperti mencintai kekasihnya. Tidak bersembunyi dalam indahnya benda mati pintar yang kemudian acuh pada nasib bangsanya sendiri.

Tags: artikel Gadget Index ManusiaApatis SitiPutri suaramahasiswaonline

Continue Reading

Previous: Berseni untuk Babakan Siliwangi
Next: Transmigrasi, Perjanjian Kerjasama Antar Daerah Ditandatangani

Hal Terkait

Pergeseran Makna Kritik Sosial di Ruang Digital
  • Alternatif
  • Artikel

Pergeseran Makna Kritik Sosial di Ruang Digital

Juni 5, 2026
Program MBG Bisa Jutaan, Guru Honorer Masih Andalkan Pengabdian
  • Artikel

Program MBG Bisa Jutaan, Guru Honorer Masih Andalkan Pengabdian

Mei 21, 2026
Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z
  • Alternatif
  • Artikel

Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z

Desember 30, 2025

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Aliansi Mahasiswa Jawa Barat Gelar Aksi Imbas Kebijakan Pemerintah
  • Berita
  • Berita Harian

Aliansi Mahasiswa Jawa Barat Gelar Aksi Imbas Kebijakan Pemerintah

Juni 12, 2026
Warga Pegunungan Jawa Barat Tolak Rencana Ekspansi Geothermal
  • Berita
  • Berita Harian

Warga Pegunungan Jawa Barat Tolak Rencana Ekspansi Geothermal

Juni 10, 2026
Aksi Mahasiswa Bandung Hakimi Kinerja Pemkot dan Bawa 12 Tuntutan
  • Berita
  • Berita Harian

Aksi Mahasiswa Bandung Hakimi Kinerja Pemkot dan Bawa 12 Tuntutan

Juni 9, 2026
Pergeseran Makna Kritik Sosial di Ruang Digital
  • Alternatif
  • Artikel

Pergeseran Makna Kritik Sosial di Ruang Digital

Juni 5, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.