Ilustrasi seseorang yang sedang mendengarkan lagu dalam playlist Kalcer (Ilustrasi: Violettah Kahyang Lestari Fauzi/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Fenomena pelesetan atau permainan kata telah lama menjadi bagian dari perkembangan bahasa di Indonesia, terlebih sifat bahasa yang fleksibel dan adaptif mengikuti perubahan zaman. Hal tersebut tidak lepas pula karena pengaruh dinamika sosial tentang bagaimana generasi baru menegaskan identitas mereka melalui bahasa.
Pelesetan populer yang akhir-akhir banyak digandrungi oleh kalangan Generasi Z (Gen Z) adalah istilah kalcer yang berasal dari bahasa Inggris culture atau budaya. Istilah ini muncul sebagai bentuk adaptasi bahasa yang menyesuaikan dengan gaya komunikasi generasi muda yang lebih santai dan ekspresif.
Dilihat melalui jurnal Pelesetan dalam Komunitas “Pelesetan dengan Kalian Semua” di Facebook, pelesetan kata merupakan perubahan bentuk kata atau frasa yang tetap menyerupai aslinya tetapi mengalami pergeseran makna. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi, adat istiadat, serta segala sesuatu yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Dalam ranah komunikasi populer, istilah culture kemudian dipelintir menjadi kalcer agar terdengar lebih santai dan akrab. Mengutip dari Kompas.com, penggunaan istilah kalcer tidak lagi merujuk pada budaya dalam pengertian formal, melainkan menggambarkan tren, gaya hidup, dan kebiasaan yang sedang populer.
Seiring berkembangnya penggunaan istilah tersebut, kalcer tidak hanya identik dengan outftt tren masa kini, namun juga merambat dalam berbagai aspek kehidupan seperti musik, tempat nongkrong, hingga makanan viral. Sebaliknya, individu yang dianggap ketinggalan tren sering kali dijuluki sebagai “kurang kalcer”.
Meskipun pelesetan kata dapat memperkaya kreativitas dalam berbahasa, fenomena ini juga menghasilkan sejumlah implikasi. Salah satunya dalam hal perkembangan leksikon bahasa Indonesia baik dari segi jumlah kosakata maupun perluasan makna pada kata yang dipelesetkan.
Istilah kalcer menjadi bukti adanya perkembangan bahasa dari generasi sebelumnya ke generasi yang lebih muda. Istilah ini tidak dipandang sebagai kesalahan ejaan, melainkan sebagai bentuk adaptasi bahasa yang lahir dari pengaruh global serta kebutuhan komunikasi generasi masa kini.
Penulis: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
