Potret pembacaan pers rilis oleh koordinator lapangan aksi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Gedung Balai Kota Bandung, Jl. Wastukencana No. 2, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung pada Senin, (8/6). (Foto: Siti Nur Halizah/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba– Berbagai elemen mahasiswa menggelar Aksi Rakyat Bandung bertajuk “Figuran Berkuasa Tanpa Solusi Nyata” di depan Balai Kota Bandung, Jl. Wastukencana No. 2, Kota Bandung pada Senin, (8/6). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kritik terhadap Pemerintah Kota Bandung yang dinilai belum mampu memberikan solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Koordinator Lapangan (Korlap), Kamal Rahmatullah, mengatakan aksi tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai universitas. Ia menyebut, aksi kali ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan yang dinilai belum ditangani secara optimal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Kamal menambahkan, rangkaian aksi diawali dengan pengarahan di Universitas Islam Bandung (Unisba) sebelum massa aksi melakukan long march menuju Balai Kota Bandung untuk melanjutkan agenda aksi mulai dari orasi, teatrikal, hingga pembacaan pers rilis. Ia ungkap, aksi sempat terlambat karena sebagian peserta masih menjalani kegiatan akademik di kampus.
“Kurang lebih ada 50 orang yang hadir, tapi ada beberapa kemoloran dan kendala dari mahasiswa karena masih ada yang kelas, tapi itu tidak jadi permasalahan besar karena di satu sisi tujuannya untuk memperjuangkan permasalahan yang ada di Kota Bandung,” ucap Kamal saat diwawancarai pada Senin, (8/6).
Pada aksi kali ini, massa aksi membawa sekitar dua belas tuntutan yang mencakup berbagai permasalahan di Kota Bandung. Tuntutan tersebut meliputi tata kelola kota, layanan publik, hingga isu keamanan dan ketertiban, serta evaluasi kinerja Pemkot Bandung.
Selanjutnya, Kamal menjelaskan akan ada tindak lanjut berupa surat undangan terbuka yang ditujukan kepada Pemkot Bandung dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung. “Kami mengirimkan hari ini, hari senin dan kami akan menunggu sampai hari rabu untuk mengundang pemerintah kota dan DPRD untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan yang ada di Kota Bandung, “ jelasnya.
Salah satu massa aksi dari Universitas Nasional PASIM Bandung (Unas PASIM), Faris Muhammad Amri, menyebut sejumlah kewenangan yang seharusnya menjadi tugas Pemerintah Kota Bandung namun dalam praktiknya masih ditangani oleh pemerintah provinsi. Dirinya mencontohkan perbaikan jalan, pengelolaan sampah, serta kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang menurutnya sudah melebihi kapasitas.
Selain itu, ia menilai aksi ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat dan mahasiswa lain untuk melakukan gerakan yang lebih besar ke depannya. Ia juga menyampaikan keinginannya sebagai warga asli Kota Bandung agar kota tersebut menjadi lebih bersih, tertata, serta terbebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Massa aksi lain dari Universitas Teknologi Bandung (UTB), Azmi Fauzan Alwan, mengatakan bahwa kehadirannya dalam aksi tersebut untuk mempertanyakan kinerja Pemkot Bandung. Ia menilai berbagai persoalan seperti tata kelola hingga kondisi ekonomi masyarakat belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Dirinya menuturkan, berbagai permasalahan tersebut masih belum tertangani dengan baik meskipun Wali Kota Bandung telah menjabat lebih dari satu tahun. Menurutnya, aksi ini juga menjadi bentuk pengingat agar pemerintah lebih serius dalam menjalankan amanahnya.
“Mau kita lihat dari permasalahan tata kelola pemerintah terkait sampah, fasilitas umum, premanisme, banjir, permasalahan ekonomi masyarakat itu sangat tidak signifikan sekali perkembangannya, sedangkan Farhan dan Erwin itu sudah menjabat lebih dari 1 tahun, “ kata Azmi pada Senin, (8/6).
Meski demikian, Azmi berharap Pemkot Bandung dapat bertemu untuk membahas kondisi Kota Bandung saat ini dan menjadikannya bahan evaluasi untuk perbaikan kota. Senada, Faris berharap Wali Kota Bandung dapat mendengarkan aspirasi mahasiswa maupun masyarakat kecil dalam upaya membenahi Kota Bandung.
Terakhir, Kamal berharap adanya keseriusan untuk terus memperjuangkan permasalahan di Kota Bandung serta menghasilkan langkah nyata dari setiap aspirasi yang disampaikan. “Harapannya, apa yang kita bawa bisa didengar dan diberikan solusi yang konkret untuk membereskan permasalahan di Kota Bandung,” pungkasnya.
Reporter: Siska Vania/SM
Penulis: Siti Nur Halizah/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
