Kondusifitas Jadi PR Utama Ta’aruf Daring

Mahasiswa Fakultas Dakwah, Hafizh Abdurrauf tengah melaksanakan ta’aruf daring di tempat tinggalnya pada Senin (14/9/2020). Adapun ta’aruf daring terjadi lantaran pandemi Covid-19. (Ahmad Fadlan/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Unisba menggelar acara ta’aruf Universitas secara dalam jaringan (daring) selama tiga hari pada Senin (14/9) hingga Rabu (16/9), karena keamanan akibat pandemi Covid-19. Hari pertama dibuka dengan pelantikan sebanyak 2.820 mahasiswa baru secara daring oleh Rektor Unisba.

Ketua Pelaksana ta’aruf, Asep Ramdan Hidayat menyebut bahwa Universitas mengundang sepuluh perwakilan mahasiswa dari tiap fakultas untuk mengikuti pelantikan secara simbolis oleh Rektor Unisba dengan cara menggunakan jas almamater.

Lanjut Asep, untuk pelaksanaan sidang terbuka, ta’aruf kali ini hanya dihadiri oleh Dekan Fakultas saja tanpa mengundang jajaran yang lain. “Dekan diundang karena mahasiswa baru akan diterima lebih lanjut oleh dekan di fakultasnya masing-masing, namun semuanya tetap menyaksikan acara ta’aruf lewat tempatnya masing-masing.” Ujarnya saat diwawancarai via telepon pada (16/9).

Seperti ta’aruf biasanya, ta’aruf kali ini tetap dengan pembekalan materi pada mahasiswa. Asep mengungkapkan jika ia menyerahkan sepenuhnya teknis pembagian materi kepada pemateri masing-masing, “kita fasilitasi mereka dengan aplikasi zoom meeting dan e-ta’aruf. Tapi bagi yang datang ke kampus, kita sediakan studio di Aula utama untuk memancarkan ke seluruh rumah mahasiswa baru.” Katanya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Adinda Tiara Salsabila mengungkapkan bahwa kegiatan ta’aruf yang ia ikuti tidak berjalan kondusif sebab masih banyak mahasiswa yang tidak mengikuti peraturan.

“Masih banyak yang enggak memperhatikan apa yang dijelaskan, masih berisik dan riweuh, servernya juga selalu error karena banyak yang akses.” Ucapnya ketika diwawancarai via pesan whatsapp pada (15/9).

Berbeda dengan Adinda, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Cyka Putri Miryani mengatakan bahwa mengikuti ta’aruf daring memberikan peluang agar mahasiswa tetap terus belajar. Namun, ia pun mengaku bahwa ta’aruf daring membuatnya tidak mengenal mahasiswa satu sama lain.

Disisi lain, Mahasiswa Fakultas Dakwah, Hafizh Abdurrauf menyayangkan bahwa kondisi ta’aruf daring bisa menyebabkan mahasiswa bebas melakukan apa saja. Namun, ia berharap bahwa semua materi dapat tersampaikan dengan baik pada mahasiswa dan controlling pun tetap berjalan.“Seharusnya admin bisa mengontrol ketika ada oknum yang ingin mengirim sesuatu yang negatif, keamanan nya pun bisa mengawasi dan lebih speak up.” Tutup Hafizh.

Reporter: Ahmad Fadlan dan Ahmad Zarkasyi Mukhtar

Penulis: Ahmad Zarkasyi Mukhtar

Editor: Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *