Hidupi Tri Dharma di Unisba, Fokus Carek Unisba I

Rakhmat Ceha memaparkan program kerjanya saat ditemui di Rektorat Unisba, Jalan Tamansari no.1, Kota Bandung pada Senin (17/7/2017). Fokusnya bila nanti menjadi rektor ialah menghidupi atmosfer Tri Dharma di Unisba.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Dalam hitungan bulan ke depan, Rektor Unisba Thaufiq Boesoirie sudah harus mundur dari jabatannya. Calon Rektor (Carek) Universitas Islam Bandung (Unisba) nomor urut wahid diisi oleh Rakhmat Ceha, yang sekarang menjabat Wakil Rektor I Unisba. Fokus utamanya saat jadi rektor nanti ialah menghidupkan Tri Dharma di Unisba.

Demi mencapai tujuan tersebut dari banyak program kerja yang dirancang, ada tiga yang dipaparkan langsung olehnya saat diwawancarai di Rektorat Unisba, Jalan Tamansari No. 20, Kota Bandung, pada Senin (17/7). Pertama, pendirian pusat kajian halal level internasional, lalu mendongkrak akreditasi institusi dan program studi (prodi). Ketiga memompa kualitas lulusan dengan sertifikasi.

Pria yang lahir di Tuban pada 2 Oktober 1952 ini menjelaskan mengenai pusat kajian halal, lembaga itu merupakan bentuk kerjasama sinergi dari sepuluh fakultas di Unisba. Lembaga ini pun akan hadir dengan status sebagai konsultan yang memberikan rekomendasi halal untuk diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Untuk peningkatan kualitas akreditasi sendiri, Rakhmat menjelaskan tantangan terbesar yang dihadapi ialah dari masing-masing prodi. Apabila prodi mau untuk meningkatkan kualitasnya, maka universitas siap untuk membantu. Sedang, prodi yang telah mendapat predikat A wajib untuk dipertahankan.

Rakhmat memaparkan programnya mengenai peningkatan kualitas lulusan. Lembaga sertifikasi akan didirikan untuk tingkat kampus, yang sebelumnya hanya ada di Fakultas Ilmu Komunikasi. Pada saatnya nanti mahasiswa diwajibkan memiliki satu sertifikat selain ijazah saat lulus, ada pilihan untuk mengambil Test of English as a Foreign Language (TOEFL), teknologi informasi, serta kompetensi yang sesuai dengan prodi.

Menanggapi skor kemahasiswaan yang rendah, Rakhmat akan menyiapkan mahasiswa untuk mengikuti kompetisi dari berbagai sektor. Inkubasi mahasiswa ini akan meliputi peningkatan kemampuan mahasiswa di bidang masing-masing. “Nanti kan kalau ada kompetisi, kita sudah siap,” paparnya

Mengatasi kompetitor Unisba yang semakin banyak di berbagai sektor. Rakhmat merasa saat ini Unisba perlu adanya perbaikan di sisi kualitas penerbitan jurnal, Sumber Daya Manusia (SDM), serta kemahasiswaan.

Saat ditanya mengenai Unisba yang terhambat di sektor sarana dan prasarana. Menurutnya, persoalan sarana prasarana jangan dijadikan penghalang untuk meningkatkan akreditasi. Rakhmat menjelaskan, peningkatan kualitas dilakukan di sektor lain yang potensinya besar untuk dimaksimalkan.

Mengenai pribadi Rakhmat, Dekan Fakultas Teknik Nugraha mengisahkan pendapatnya. Menurutnya, Rakhmat orang yang pekerja keras, profesional, disiplin, dan memiliki ide kreatif. Hal tersebut dibuktikan Rakhmat saat mengisi posisi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) (2010-2014). Rakhmat juga menginisiasi Seminar Penelitian Sivitas Akademik Unisba (SPeSIA) dan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian (SnaPP) yang sekarang hadir di Unisba.

Mahasiswa Prodi Teknik Industri (TI), Arman memaparkan pendapatnya mengenai Rakhmat. Menurut Arman, saat pembelajaran di kelas Rakhmat cenderung menggunakan metode satu arah. Namun, Rakhmat juga orang yang demokratis dan terbuka untuk mahasiswa yang kritis, serta bidang keilmuan pun tak usah ditanya.

“Kalau kekurangan yang dimiliki beliau, menurut saya ia tidak paham dengan organisasi kemahasiswaan. Namun, ia mendukung dari sisi akademik mahasiswa, seperti pengembangan soft skill,” jelas Arman mahasiswa TI 2013 ini.

Sejak lulus kuliah dari Institut Teknologi Bandung, pria yang aktif sebagai profesional di industri ini juga aktif dalam hal mengajar. Sempat mengisi kelas di beberapa tempat, lantas ia memilih mengabdikan diri di Unisba, karena bernafaskan Islam. “Misalnya dulu saya libur di akhir minggu, saya pakai untuk mengajar. Sejak jadi mahasiswa itu sudah jadi hobi (mengajar),” kisah Rakhmat.

Menurut pria yang menjadikan Habibie sebagai panutannya ini, semua program itu akan terlaksana bila Rakhmat terpilih sebagai rektor kesebelas sejak Unisba berdiri. “Kalau saya tidak terpilih kan bebas,” jawabnya sembari tersenyum. (Vigor M. Loematta/SM)