Fahd menganalogikan mata kucing sebagai makhluk yang bertanya- tanya dan tidak akan pernah habisnya untuk bertanya. Bukan hanya tentang seekor kucing, novel ini juga membahas 28 tentang kisah sederhana yang dapat diambil maknanya sekaligus menceritakan tentang Tuhan, hidup, dan cinta, baik dari segi hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, lingkungan sosial bahkan hal abstrak seperti waktu.
Buku ini juga dikemas dengan bahasa yang cerdas dan merupakan kumpulan sketsa, prosa dan cerita yang sangat berarti maknanya. Tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan buku ini. Dari segi makna, terkadang akan membuat pembacanya mengernyitkan dahi, karena dalam buku ini terkandung unsur – unsur filosofi dan diibaratkan sebuah puzzle – puzzle, dimana pembacanya harus dapat menyimpulkan makna dari isi buku ini. (LuthfiApriliasari/SM)

