Sampaikan Aspirasi Mahasiswa, KBMU Gelar Audiensi Dengan Rektorat

Ilustrasi Rektor Unisba, Edi Setiadi sedang melakukan pertemuan audiensi secara dalam jaringan (daring). (Aulia Berliani/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) menggelar audiensi dengan jajaran Rektorat dan Kemahasiswaan, pada Sabtu (7/11). Audiensi yang digelar dalam jaringan (daring) ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi para mahasiswa Unisba.

Perihal subsidi kuota pemberian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ketua Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Asaepul Gina mengatakan, kuota sebesar 50 GB hanya bisa dipakai 10 persen saja untuk kuota utama. Ia menuturkan hal tersebut tidak efisien dalam penggunaan kuota belajar. “Bagi saya pribadi kuota 50 GB itu tidak berguna, hanya bisa digunakan sebanyak 5 GB saja,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Wakil Rektor II Atih Rohaeti Dariah menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui jika kuota tersebut hanya bisa dipakai sebesar 10 persen dari 50 GB. Ia pun meminta untuk mahasiswa menunggu hingga hari Senin (9/11) terkait keputusan yang akan diberikan.

“Jujur saya baru mengetahui akan hal itu karena saya menganggap itu hanya sekedar angka (50 GB) namun kenyataan nya itu menjadi sebuah masalah. Dan untuk hal ini, hari Senin saya akan siapkan surat pengantar ke yayasan, saya akan sampaikan hasil audiensi kita pada hari ini. Nanti kita tinggal tunggu balasan dari yayasan karena saya tidak berani bikin SK Rektor sebelum yayasan membalas surat kami secara resmi.” Ujarnya dalam audiensi yang digelar melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Sabtu (7/11).

Kemudian dalam audiensi dipaparkan pula agar sistem pembayaran dilakukan secara cicilan langsung kepada pihak Unisba. Ketua Komisi B Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU), Diponegoro mengatakan jika pembayaran melalui pihak ketiga akan menimbulkan riba dan dikejar tagihan.

Hal tersebut menyangkut uang pinjaman yang difasilitasi oleh dana cita sebagai pihak ketiga yang bekerjasama dengan Unisba. Diponegoro meminta kejelasan mengenai dana cita seperti apa dan meminta pihak Unisba agar lebih masif dalam mensosialisasikannya.

Dalam hal ini, Atih pun memaparkan bahwa untuk melakukan pinjaman melalui dana cita akan ada beban margin untuk setiap bulannya. Sehingga harus memperhitungkan kapasitas yang di miliki agar bisa berjalan dengan baik.

“Bahwa akan ada beban margin untuk setiap bulannya, dan mereka pun membutuhkan dana masukan untuk kegiatan operasionalnya. Sehingga pada akhirnya ketika ingin meminjam ke dana cita memang harus menghitung kapasitas yang dimiliki sejauh mana kita punya kapasitas untuk pembayaran secara rutin tiap bulanya, agar bisa berjalan dengan baik .” ujarnya Atih.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH), Zaky Salafi berharap pertemuan antara mahasiswa dan jajaran dekanat maupun rektorat sering dilakukan untuk membentuk sinergi.

“Saya harap forum-forum seperti ini sering dilakukan, terutama ketika bapak ibu di Rektorat membuat kebijakan yang menyangkut persoalan mahasiswa. Sering melibatkan kami Lembaga maupun Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan kami pun akan membantu dengan memberikan data di lapangan seperti apa, ketika memang bapak ibu membutuhkan data tersebut,” ujarnya.

Reporter: Ahmad Fadlan

Penulis: Ahmad Fadlan

Editor: Ifsani Ehsan Fachrezi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *