Perempuan hamil (Ika) asik bercerita dengan bayi yang ada di dalam kandungannya. Sesekali ia mengelus perutnya, menyampaikan harapan dan doa kepada sang buah hati.
“Ndok.. sebentar lagi kamu akan lahir, sudah delapan bulan kamu bersembunyi,” kelakarnya. “Sebelum kamu lahir, bapakmu sudah menyiapkan kain popok untukmu. Tentu dia juga takkan keberatan kalau harus membersihkan tubuh mungilmu dari kotoran, saat kamu ngompol atau saat buang air besar di tengah malam,” tukas perempuan hamil itu.
Beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba mengernyitkan kening sambil memegang kandungannya. Lalu, ia pun terbaring di lantai dengan muka yang menahan sakit.
“Cepat pulang suamiku! Anak kita akan segera lahir. Anak kita akan segera sekolah dan menjadi dokter. Cepat pulang!” teriaknya.
Sepenggal monolog berjudul “Kelahiran” karya Agus Budiawan digelar oleh Study Teater Unisba (STUBA) di gedung Student Center, Rabu petang (27/2). Pagelaran ini merupakan bentuk ujian berakting bagi angkatan baru yang akan menjadi anggota STUBA.
Sutradara Tony Supriatna ingin menampilkan sosok perempuan yang sangat mencintai keluarga. Kondisi kejiwaan yang memperihatinkan tergambar dalam gelaran tersebut, di mana perempuan hamil itu mengalami frustasi lantaran ditinggal tewas oleh suaminya yang tersambar petir. Meski begitu, ia pun tetap setia menanti kehadiran sang suami yang telah tiada. Segendang sepenarian, bayi yang dikandung perempuan itu mengalami abortus.
“Saya ingin memperlihatkan wujud kasih sayang dari seorang isteri sekaligus ibu, yang sangat menyanyangi suami dan anaknya,” begitu jelas Tony.
Dari seluruh penonton yang hadir saat itu, Presiden Mahasiswa Muhammad Yusuf Sahroni terlihat turut menonton pagelaran. Ia pun sangat mengapresiasi. Meski baru kali pertama melihat teater STUBA di ruang tertutup, Yusuf mengaku sangat menikmati. “Pagelarannya luar biasa. Untuk STUBA, maju terus pantang mundur!” pesannya, saat diwawancara Suaramahasiswa seusai menonton.
Tak hanya monolog “Kelahiran” karya Agus Budiawan, Stuba juga menampilkan pagelaran monolog “Kenangan-kenangan Wanita Pemalu” karya Ws. Wendra yang menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis pemalu yang mencintai seorang pria. (Sugiharto/SM)

