Solusi Pembayaran Untuk Mahasiswa Fikom

Sejumlah mahasiswa sedang melakukan orasi menolak cuti paksa untuk mahasiswa yang belum bisa membayar uang kuliah, di Gedung Rektorat Unisba pada Kamis (24/10). (Bobby Agung/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba- Pembayaran Infaq Kuliah Tetap (IKT) dan Infaq Satuan Kredit Semester (ISKS) berakhir pada hari ini Kamis (24/10) dan tidak ada perpanjangan waktu. Wakil rektor satu Rakhmat Ceha menjamin bahwa tidak akan ada cuti paksa, namun kebijakan akan diserahkan kepada fakultas masing-masing. BEM Fakultas Ilmu Komunikasi beserta empat lembaga lainnya sore tadi mengadakan konsolidasi untuk mencari solusi bagi mahasiswa yang belum bisa membayar IKT dan ISKS.

Sarah Latama menjelaskan BEM Fikom memang tidak ikut turun orasi dikarenakan mereka fokus kepada mahasiswa fakultasnya yang belum bisa membayar, namun mereka turut menandatangani. Ia pun sangat menyayangkan karena banyak yang meminta bantuan tepat pada saat pembayaran ditutup. “Sangat disayangkan sekali ya karena banyak mahasiswa yang baru bilang hari ini, semoga kedepannya kalau ada yang seperti ini lagi bisa dibicarakan dari jauh-jauh hari dan alasannya yang masuk akal, karena kami juga bakalan bener-bener memperjuangkan kalau temen-temen butuh bantuan,” ucapnya.

Untuk menghindari penyalahgunaan uang kuliah, Tia Muthia Umar menjelaskan pihaknya akan benar-benar berusaha untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan setelah berkoordinasi dengan orang tua yang bersangkutan. “Sampai saat ini ada 39 mahasiswa yang mengaku kesulitan membayar, pada hari Senin nanti kami akan bertemu dengan orang tuanya untuk berdiskusi. Jika memang mereka kesulitan dan masih berniat untuk kuliah dibuktikan dengan indeks prestasi kuliah yang baik maka kami akan membantu,” jelas wakil dekan dua Fikom tersebut.

Doni Triaji mengungkapkan solusi yang diberikan oleh pihak fakultas memang masih kurang, namun ada baiknya juga karena langsung berhubungan dengan orang tua. “Solusinya sih masih kurang tapi karena uangnya dari orang tua jadi ada bagusnya juga. Kalau masalah tenggang waktu yang diberikan cukup sedikit sudah dijelaskan karena biar bayarnya ngga langsung besar dan jadi memberatkan tapi kan ga semua mahasiswa Unisba mampu itu yang jadi masalahnya,” ungkap mahasiswa Manajemen Komunikasi ini. (Ghaisani Maulina/SM)