Eti Kurniati, S. Si., M. Si selaku dosen Fakultas MIPA Unisba, mengatakan bahwa sebaiknya ada pertemuan yang membahas jihad secara continue karena penyebarannya hanya sedikit “Nah berarti harus diadakan forum yang lebih besar supaya nanti setiap mahasiswa unisba memahami tentang jihad itu pada posisi yang sebenarnya”, ujarnya.
Selama acara ini berlangsung, penjelasan mengenai jihad yang dilihat dari agama sangat dijelaskan secara gamblang, bahwa jihad itu sama dengan kita hidup dari kita lahir dan setiap saat itu kita jihad. Eti juga menyebutkan “Jihad yang paling sulit itu menahan hawa nafsu yang ada di kita setiap saat. Jadi jihad yang untuk berperang itu salah satu saja”.
Setelah Tabligh Akbar, acara dilanjutkan dengan pemutaran film tentang jihad yang menggambarkan kehidupan sehari-hari sehingga mahasiswa dapat mencerna dengan mudah apa itu jihad dalam Islam yang sebenarnya. “Jihad ini sangat berpengaruh terutama terhadap anak muda, kalo anak muda salah menerima pengertian itu akan buruk akibatnya dari pada orangtua karena anak muda masih polos, labil, emosi tinggi kalau salah menerima itu efeknya sangat besar” ucap Eti.
Tema acara ini menjelaskan bahwa jihad bukan hanya sekedar perang, jihad itu umum dengan kita bersungguh sungguh dalam semua aspek ibadah sudah termasuk jihad. Hal ini diperjelas oleh Ahmad Gilang Ramadhan psikologi 2008 “serius kuliah berbuat baik kepada orang lain itu jihad juga asalkan motivasinya untuk ibadah. Semoga bisa lebih memperjelas paradigma jihad sesungguhnya”.
Sebagai ketua pelaksana, Wawan Nurdiawan mahasiswa Matematika 2010 menyampaikan bahwa tujuan awal acara ini ingin menjalin silahturahmi bukan hanya di Unisba. Meski ia merasakan, publikasi yang kurang sehingga para pengunjung tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Selaras dengan wawan, Ahmad mahasiswa Psikologi 2008 mengeluhkan bahwa apresiasi acara ini masih kurang. “Dilihat dari yang datang kecewa banget, ini kan acara tabligh akbar gitu yah, ini kita Universitas Islam Bandung tapi yang datang cuman sedikit, dosen-dosen pada kemana? civitas akademika universitas kemana? mereka islam bukan? maksudnya dukungan terhadap keislaman di unisba sejauh apa? Semoga hima di jurusan-jurusan bisa berlomba dalam kegiatan seperti ini dan kegiatannya publikasi supaya lebih gencar”, tutupnya.

