Pembawa acara sedang memandu jalannya kegiatan Seminar bertema ‘Kampus dan Paham Radikalisme’ di lobby gedung FK pada Selasa (22/3). Para pemateri terdiri dari lingkungan kampus dan luar.
Suaramahasiswa.info, Unisba – Selasa (22/3) Universitas Islam Bandung mengadakan seminar yang berkerja sama dengan Radio Sindo Trijaya, iNews TV, dan Koran Sindo Jabar. Mengusung tema ‘Kampus dan Paham Radikalisme’ pihak Unisba melangsungkan seminar ini di lobby gedung Fakultas Kedokteran. Acara ini diisi oleh sejumlah pemateri yang berasal dari lingkungan dalam dan luar Unisba.
Efik Yusdiansyah salah satu pemateri acara ini berpendapat radikalisme itu ingin mencapai suatu tujuan dengan cepat, tanpa adanya proses yang ideal. Menurut Husni Syam pakar hukum internasional, radikalisme itu melibatkan orang yang tidak ikut campur. “Radikalisme hanya sebuah paham yang memaksa orang berbuat sesuatu,” ucapnya.
Fadli Muttaqien berpendapat untuk memberantas paham ini kita harus berpikir kritis dalam mengetahui sesuatu. Baginya hal ini dikarenakan orang terjebak dalam radikalisme akibat ketidaktahuan.
Wakil Rektor II, Efik berpendapat yang seharusnya disalahkan untuk radikalisme adalah media. “Media memberitakan paham tentang radikalisme ke masyarakat,” Ujarnya saat mengisi acara. Tambahnya media harus bisa memprediksi hasil dari pemberitaannya kepada masyarakat. (Vigor/SM)
