Suara Mahasiswa

Nakal, Tajam, Menggelitik

Alternatif Opini

Ambiguitas Kampus Mengajar di Unisba

Illustrasi Kebingungan Mahasiswa mengenai Program Kampus Mengajar. (Fahriza Wiratama/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Belakangan ini ramai diperbincangkan oleh mahasiswa mengenai program pendidikan yaitu program Kampus Mengajar. Dilansir dari tirto.id, program ini adalah bagian dari program kampus merdeka besutan menteri pendidikan, Nadiem Makarim. Kampus mengajar bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar mampu belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar perkuliahan yang berfokus pada penguatan literasi dan numerasi anak-anak sekolah di Indonesia. Selain itu, program ini dapat menjadi wadah penguatan keahlian mahasiswa lewat pengalaman nyata.

Sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung, Universitas Islam Bandung (Unisba) tentunya ikut berpartisipasi dalam program kampus mengajar. Dari universitas seluruh Indonesia, tercatat 66 peserta berasal dari Unisba. Namun pada pelaksanaannya, program kampus mengajar di Unisba tidak berjalan dengan lancar. 

Dilansir dari laman varian.suaramahasiswa.info, ketidakjelasan mengenai program ini dirasakan oleh Riyan Haq, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) yang menceritakan keluhannya terhadap pelayanan pihak kampus terkait program kampus mengajar. Menurutnya, pihak kampus lambat dalam pembuatan jurnal teknis kampus mengajar dan kurangnya persiapan yang dilakukan. Akibatnya sangat dirasakan oleh para peserta yang kini merasa kebingungan sebab surat pengantar yang lambat diberikan. 

Hal tersebut tentunya menjadi ‘PR’ tersendiri bagi Unisba karena keterlambatannya dalam menyiapkan program kampus mengajar. Saya sebagai salah satu mahasiswa Unisba pun merasa kecewa terhadap kinerja dari pihak kampus. Seharusnya pihak kampus lebih sering koordinasi dengan panitia kampus mengajar dan memberikan arahan atau sosialisasi kepada para peserta kampus.

Jika dapat dibandingkan dengan kampus lain, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan salah satu kampus yang terbilang sukses dalam melaksanakan program kampus mengajar pada gelombang pertama. Ketika berselancar di dunia maya, lewat laman kalderanews.com, UPI menjadi satu diantara empat kampus yang mendapat predikat peserta terbanyak dalam mengikuti program kampus mengajar. Kesuksesan tersebut didukung pula oleh pihak kampus yang tak jarang memberikan sosialisasi terhadap mahasiswanya terkait program ini. 

Kegiatan sosialisasi tersebut sangat berpengaruh terhadap mahasiswa yang ingin mengikuti program ini. Dengan adanya sosialisasi mahasiswa mendapatkan banyak informasi tentang kampus mengajar, pun menjadi faktor pendorong mahasiswa untuk mengabdi di daerahnya masing-masing khususnya dalam bidang pendidikan. Karena ketanggapan dari pihak kampus yang baik, maka tidak heran jika banyak mahasiswa UPI yang antusias mengikuti program Kampus Mengajar.

Menilik keberhasilan UPI dalam program kampus mengajar, seharusnya Unisba memberikan banyak sosialisasi kepada mahasiswa agar turut serta dalam kegiatan ini. Selain itu, kinerja dan kesiapan pihak kampus pun seharusnya lebih ditingkatkan. Tentu, cerita lama kembali terulang, Unisba dan kurangnya sosialisasi dalam setiap program. Karena pada hakikatnya yang mahasiswa butuhkan bukan hanya informasi lewat sosial media semata, namun sosialisasi yang berkala. 

Penulis: Gina Hafizah/Job

Editor: Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *