Unisba Hanya Fasilitasi Kuota Gratis Khusus Belajar Daring

Foto ilustrasi mahasiswa sedang membuka laman ekuliah Unisba. (Puspa Elissa Putri/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menghimbau agar setiap perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk membantu mahasiswanya dalam kegiatan belajar daring. Bantuan tersebut berupa subsidi pulsa layanan koneksi internet bagi  yang membutuhkan.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Kemendikbud nomor 302/E.E2/KR/2020 tentang masa belajar  penyelenggaraan program Pendidikan, diterbitkan pada Selasa (31/3).

Ketika dimintai verifikasi mengenai surat edaran Kemendikbud, Wakil Rektor II, Atih Rohaeti memaparkan saat ini Unisba memanfaatkan fasilitas bebas kuota dari beberapa provider untuk mengakses laman belajar daring. Menurutnya, subsidi pulsa yang dimaksud dalam surat edaran tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Agak berat ya karena kebutuhan anggaran nya cukup besar, untuk sementara kami sudah fasilitasi akses kuliah gratis dari beberapa provider,” ujarnya melalui pesan daring pada Kamis (2/4).

Melengkapi keterangan Atih, Kepala Bagian Kerjasama Unisba, Siti Komalasari menjelaskan Unisba secara khusus menjalin kerjasama dengan XL Axiata, Indosat dan Telkomsel. Dengan begitu, fasilitas kuota gratis tersebut sudah bisa mengakses laman e-kuliah Unisba.

“Bahkan tanpa bekerjasama, mereka (provider) pun memberi layanan khusus sesuai program pemerintah,” paparnya lewat pesan daring pada Jum’at (3/4).

Berbeda dengan Unisba, Universitas Pasundan (Unpas) memberi subsidi kuota internet dengan nominal 150.000 rupiah bagi setiap mahasiswanya yang melakukan perkuliahan secara daring. Keputusan tersebut tertuang pada surat edaran Rektor Universitas Pasundan nomor 83/Unpas.R/SE/III/2020 yang terbit pada, Selasa (31/3).

Senada dengan Unpas, melalui akun Instagram Telkom University dalam Surat Edaran Rektor Telkom University nomor 048/SKR4/REK/2020, tertera bahwa mahasiswanya mendapatkan subsidi kuota internet dengan nominal 300.000 rupiah untuk perkuliahan daring.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi 2017, Freedy Kurniawan menanggapi keputusan subsidi berupa pulsa maupun kuota dari universitas. Menurutnya, kuota gratis yang diberikan oleh universitas hanya untuk laman belajar online saja tidak mencukupi, karena dirasa butuh akses ke sumber lainnya.

“Karena yang dikasih kuota gratis itu untuk e-kuliah saja, jadinya engga bisa akses ke sumber-sumber lain, seperti kita mau belajar di YouTube atau website lain. Jadi mendingan kasih aja deh pulsa atau kuota internet, jadi kita bisa akses sumber lain.”

Reporter: Ifsani Ehsan Fachrezi

Penulis: Ifsani Ehsan Fachrezi

Editor: Puspa Elissa Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *