Tuntut Aparat Kepolisian, KBMU Lakukan Aksi di Depan Polrestabes

 Aliansi Mahasiswa Bandung tengah melakukan aksi di depan Polrestabes Bandung Jalan Merdeka No.18-21 terkait sikap represif aparat kepolisan terhadap keamanan Unisba dan penolakan UU Cipta Kerja, pada Senin (12/10/2020). (Foto: Adnan Firdaus/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polrestabes Bandung Jalan Merdeka No.18-21 Bandung, pada Senin (12/10). Aksi ini diadakan untuk menindaklanjuti tuntutan terkait tindakan represif aparat kepolisian terhadap pihak keamanan Unisba dan perusakan fasilitas kampus yang sebelumnya di jelaskan pada press conference KBMU Hari Sabtu (10/10).

Ketua Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU), Parhan Kamal Fadilah menjelaskan bahwa ia menyayangkan pihak Polrestabes Bandung enggan untuk bertemu langsung dengan mahasiswa Unisba.

“Pihak kepolisian seharusnya turun langsung (untuk minta maaf) kepada kita, karena kita yang menjadi objek bukan menemui pihak yayasan atau rektorat.” Ucap Parhan saat diwawancarai di depan Gedung Polrestabes Bandung pada Senin (12/10).

Selain diikuti oleh KBMU, aksi ini diikuti pula oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bandung yang menuntut penolakan UU Cipta Kerja. Salah satu massa aksi, Ali Ahmad menuturkan bahwa kampus adalah kawasan steril yang tidak bisa dimasuki oleh aparat kepolisian namun ia menyayangkan sikap aparat kepolisian yang tidak menggubris dan tetap menembakan gas air mata.

Pun hal ini dilontarkan oleh massa aksi lain, Raihan Azhar yang menyebut bahwa ia tidak menyukai sikap aparat kepolisan dan ikut membela Mahasiswa Unisba yang dianggap sebagai korban. “Kita juga membela keluarga besar unisba yaitu satpam yang mendapat tindakan represif dari oknum kepolisian dan menuntut perbuatan perusakan fasilitas kampus.” Ujarnya.

Dalam demonstrasi ini mahasiswa melakukan aksi bakar ban serta mencoblos baliho bergambar Kepala Polrestabes Bandung, Ulung Sampurna sebagai bentuk protes.

Reporter: Ahmad Zarkasyi & Adnan Firdaus

Penulis: Ahmad Fadlan Fathurrohman

Editor: Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *