Peralihan Dompet Digital, Subsidi Uang Belum Merata

Ilustrasi transfer uang. (Puspa Elissa Putri/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Sejak proses pendataan nomor rekening mahasiswa pada 30 April-6 Mei 2020, pendistribusian subsidi uang belum diterima secara merata. Pasalnya beberapa mahasiswa tidak mendaftarkan rekening pribadi, sehingga harus mengisi ulang dengan dompet digital, seperti OVO/Gopay.

Wakil Rektor II, Atih Rohaeti mengatakan informasi yang mengharuskan mahasiswa mendaftarkan dompet digital memang tidak dicantumkan sejak awal. Sebab, pihak universitas menargetkan mahasiswa untuk mendaftarkan nomer rekening pribadinya.

“Dari awal memang tidak diakomodir. Ketika ditemukan mereka tidak punya nomor rekening sendiri, kami konfirmasi ulang untuk dialihkan ke OVO/Gopay,” tuturnya lewat pesan daring.

Sebagian mahasiswa pun mengeluhkan proses pendataan ulang berdurasi singkat. Beberapa fakultas memberikan waktu sehari, bahkan hanya beberapa jam untuk mendata ulang. Akibatnya beberapa mahasiswa tidak sempat mendaftar ulang nomor OVO/Gopay.

Atih menyebut masih ada kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan pendataan ulang dengan rekening pribadi (jika sudah dibuat) atau dengan dompet digital, melalui dosen wali atau menghubungi langsung bagian keuangan.

Subsidi Belum Merata

Peralihan dari rekening bank ke dompet digital menjadi alasan subsidi belum merata. Pasalnya, pihak kampus harus menunggu mahasiswa mengisi nomor dompet digital. Selain peralihan, Atih juga mengakui ada kendala teknis karena aturan bank, seperti pembatasan nilai transfer dalam satu hari. Proses pengiriman subsidi pun tidak bisa ditargetkan, karena butuh koordinasi lanjut dengan tim teknis.

“Mohon ditunggu bagi yang belum mendapakan subsidinya, karena masih dalam proses. Mengingat ada sepuluh orang yang ditugaskan untuk melakukan transfer mandiri,” tuturnya melalui pesan daring.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fitriani Millenia Onesha mengatakan memasukkan rekening rekannya, yang didata secara kolektif oleh ketua kelasnya. Saat itu, ia tidak tahu jika harus menggunakan nomor rekening pribadi. Ia pun memasukkan ulang di pendataan kedua.

“Setelah ada pemberitahuan nama-nama yang harus ganti rekening, saya baru tahu kalau rekening itu harus benar-benar rekening pribadi. Jadi saat ini saya dan beberapa teman hanya bisa menunggu subsidinya.”

Reporter: Sophia Latamaniskha

Penulis: Sophia Latamaniskha

Editor: Febrian Hafizh Muchtamar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *