Proses pembangunan jalur disabilitas (Guiding Block) di Gedung Utama Universitas Islam Bandung (Unisba), Jl. Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Senin, (4/8). (Foto: Violetta Kahyang Lestari/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba,– Universitas Islam Bandung (Unisba) membangun fasilitas jalan pemandu (guiding block) bagi penyandang disabilitas di Gedung Kampus Utama, Jl. Tamansari No. 1, Kota Bandung. Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada Kamis, (31/7) malam dan diperkirakan akan selesai dalam dua minggu.
Kepala Bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras) Yayasan Unisba, Wawan Hermawan ungkap bahwa pembangunan ini termasuk ke dalam rencana belanja Unisba untuk memenuhi standar gedung perkuliahan yang berlaku. “Untuk pembangunan kan ada di rencana belanja, terus sama yang peraturan seperti yang mengharuskan sebuah gedung itu harus memiliki fasilitas, pasti setiap standar gedung harus mempunyai, salah satunya untuk ramah disabilitas, kita buatkan itu,” jelasnya pada Senin, (4/8).
Lanjutnya, pembangunan fasilitas tersebut sudah dilakukan secara bertahap mulai dari Gedung Dekanat, Kampus Utama Tamansari Unisba, serta Gedung Kedokteran sejak 2018 lalu. Fasilitas tersebut dibangun dengan tujuan memudahkan penyandang disabilitas selama beraktivitas dilingkungan kampus.
Selain itu, Unisba juga telah memfasilitasi berbagai gedung Unisba dengan braille dan toilet duduk untuk difabel, serta fasilitas ramp bagi pengguna kursi roda yang tidak memungkinkan untuk menggunakan tangga. Kedepannya, pengadaan fasilitas seperti ini akan terus di kembangkan lebih lanjut.
“Kalau di lift, ada nomor 1 kan, udah ada pasti dibawahnya ada totol-totol (Huruf braille-Red) itu nah, itu untuk tunanetra itu untuk menentukan lantai berapa, itu insyaallah ke depan bisa kita lakukan pasang gitu tapi bertahap,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Salma Aurelliany Putri Efendi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) angkatan 2023 menyambut dengan baik adanya pengadaan fasilitas bagi penyandang disabilitas di kampus. Ia merasa adanya fasilitas ini memungkinkan disabilitas memiliki ruang untuk beraktivitas di lingkungan kampus.
Salma berharap, adanya pembangunan ini dapat membuat Unisba bisa lebih responsif terhadap para disabilitas melalui penggunaan fasilitas yang efektif. “Semoga bisa digunakan dengan baik dan secara efektif juga gitu. Jadi lebih transparansi juga untuk orang-orang yang mempunyai disabilitas itu lebih ke rekrut juga menggunakan fasilitas tersebut,” ujarnya pada Senin, (4/8).
Selaras dengan Salma, Riyan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) angkatan 2022 juga merasa senang karena dari awal ia berkuliah, pengadaan fasilitas bagi tunanetra masih minim. Riyan berharap pembangunan di Unisba bukan hanya berfokus pada satu aspek saja.
“Harapan aku sih buat fasilitas bisa rata untuk semua kalangan, nggak termasuk disabilitas tapi untuk semua kalangan, entah itu laki-laki ataupun perempuan ataupun apapun apalagi, khususnya fasilitas olahraga sih, sebetulnya,” harapnya pada Senin, (4/8).
Reporter: Violetta Kahyang Lestari Fauzi & Dandi Pangestu Rusyanadi/SM
Penulis: Dandi Pangestu Rusyanadi/SM
Editor: Sopia Nopita/SM
