Kuliah Daring: Dari Bebas Akses, Subsidi Kuota, hingga Uang. Kenapa?

Ilustrasi subsidi. (Ifsani Ehsan Fachrezi/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Sejak berlakunya Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai penanggulangan Covid-19, Unisba resmi memberlakukan kuliah daring. Unisba pun membuat keputusan terkait fasilitas internet demi menunjang perkuliahan: dari laman bebas akses, subsidi kuota, hingga uang.

Setelah keputusan kuliah daring terbit, Unisba sempat memanfaatkan fasilitas bebas akses laman belajar. Wakil Rektor II, Atih Rohaeti menyebut fasilitas bebas akses memang bersifat sementara, kemungkinan subsidi kuota pun sudah dipertimbangkan. “Sudah ada persetujuan yayasan dan ketersediaan dana,” ucapnya pada Kamis (23/4) melalui sambungan telepon.

Subsidi kuota akan diberikan setiap satu bulan dalam jangka waktu 3 bulan (April, Mei, Juni) seharga Rp 100 ribu. Untuk mendapatkannya, mahasiswa harus daftar pada 17-20 April. Namun beberapa mahasiswa mengeluhkan keterlambatan dan waktu distribusi yang tidak jelas. Hal itu menyebabkan kuota yang dibeli sebelumnya hangus. Mahasiswa lain menyebut memiliki fasilitas wifi, sehingga tidak memerlukan subsidi kuota.

“Karena keluhan tersebut itulah, muncul usulan dari para dosen dan pejabat struktural untuk diubah menjadi subsidi dalam bentuk uang,” tuturnya dalam pesan daring pada Kamis (2/4).

Atih juga menjelaskan pengambilan keputusan kebijakan ini membutuhkan serangkaian  proses, mulai dari memastikan ketersediaan anggaran, konsultasi bersama yayasan, hingga menghimpun data mahasiswa. “Saya tidak memandang ini sebagai hambatan, wajar saja semuanya memerlukan waktu. Mulai dari collecting data, crosscheck dengan bagian sistem hingga menyampaikan ke providernya.”

Tahap pelaksanaan kebijakan pun saat ini masih dalam proses menghimpun data mahasiswa. Proses penghimpunan data tersebut akan berlangsung hingga Rabu (6/5) mendatang. Kemudian dana akan di transfer oleh BRI Syariah (BRIS) ke berbagai rekening atau dompet digital, seperti OVO, Go-Pay- atau Dana.

Menurut Atih, proses ini akan memakan waktu banyak, mengingat jenis tabungan mahasiswa yang berbeda-beda. Ia menargetkan pendistribusian subsidi uang tunai tersebut akan diterima oleh mahasiswa sebelum Rabu (20/5).

Kepala Bagian Kerjasama Unisba, Siti Komalasari mengatakan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh mahasiswa program sarjana yang masih aktif. setiap mahasiswa akan menerima dua hak yaitu subsidi kuota pada bulan April dan subsidi uang pada bulan Mei dan Juni.

“Bagi mahasiswa yang belum menerima kuota pada bulan April akan dipastikan menerimanya di bulan Mei, khususnya untuk pengguna Telkomsel.”

Salah satu Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Kintan Nur’imanda mengatakan lebih menyetujui kebijakan pemberian subsidi berupa uang dari pada pulsa. Sebab, baginya dengan menerima subsidi berupa uang ia dapat menentukan paket data yang akan dibeli sesuai kebutuhan.

“Lebih enak aja, soalnya ada beberapa kasus teman saya kuota yang masuk tidak sesuai dengan jumlah uang seratus ribu,” tuturnya dalam pesan daring.

Reporter: Sophia Latamaniskha

Penulis: Sophia Latamaniskha

Editor: Puspa Elissa Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *