Kampus Masih ditutup, Pedagang Kantek: Kami yang Terkena Dampak Besar

Antrian mahasiswa di depan kasir Kantin Barokah Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Selasa (17/9/2019). (Verticallya Yuri/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba –  Terhitung kurang lebih enam bulan pasca dirilisnya surat edaran Rektor pada Sabtu (14/3/2020), yang mengharuskan berkegiatan akademik dan non-akademik secara daring. Hal ini berdampak bagi penghasilan pedagang Kantin Barokah atau Kantin Teknik (kantek).

Salah satu pedagang Kantek yang tidak ingin disebutkan identitasnya memaparkan bahwa yang mendapatkan dampak besar terkait perkuliahan daring yaitu pedagang Kantek, sebab mereka tidak bisa berjualan sama sekali.

“Kalau pedagang yang lain masih bisa berjualan di depan kampus walaupun sepi, tapi kami tidak bisa berjualan sama sekali.” Ujarnya ketika diwawancarai melalui aplikasi pengolah pesan, pada Minggu (30/8).

Sebelumnya, para pedagang Kantek telah berupaya untuk meminta bantuan kepada Kopsyakardos, namun hingga hari Selasa (1/9), Kopsyakardos belum memberikan bantuan atau solusi apapun terkait hal tersebut. Kemudian, pedagang sempat berupaya untuk mengambil deposit dari Kopsyakardos sebesar Rp.1.000.000 per-konter untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

“Dia bilang (pihak Kopsyakardos), deposit enggak bisa diambil kecuali kalau mau udahan di Koperasi. Jadi ‘kan mengancam namanya. Ya pedagang takutlah, ujung-ujungnya harus keluar dulu kalau mau dicairin.” 

Terkait hal tersebut, Suara Mahasiswa telah berupaya menghubungi pihak Kopsyakardos untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Kopsyakardos masih belum memberikan keterangan.

Upaya lain yang dilakukan pedagang yaitu menghubungi pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) untuk meminta bantuan dan BEMU masih mengupayakan bantuan untuk pedagang Kantek.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa, Lutfi menjelaskan bahwa BEMU hanya ikut mendukung dalam kegiatan penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa untuk para pedagang. Namun, ia telah menyampaikan keluhan pedagang Kantek kepada penyelenggara penggalangan dana.

“Saya sudah menyampaikan kepada pihak penyelenggara, Insya Allah kebagian semua, tapi yang di prioritaskan untuk penggalangan dana saat ini kantin deret.” Ujar Lutfi melalui aplikasi pengolah pesan, pada Selasa (1/9).

Lutfi pun menambahkan bahwa BEMU belum menjalin komunikasi dengan pihak Kopsyakardos karena masih fokus pada masalah pendidikan mahasiswa. Namun, BEMU akan memberikan pembekalan di bidang non-materi pada pedagang, seperti pelatihan dan pengembangan agar para pedagang bisa survive di tengah pandemi.

Reporter: Tazkia Fadhiilah

Penulis: Tazkia Fadhiilah

Editor: Ifsani Ehsan Fachrezi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *