Imbas COVID-19 Terhadap Pedagang Kaki Lima Sekitar Unisba

Tiga orang pejalan kaki tengah melewati kawasan Kantin Deret Unisba yang terlihat sepi, Jalan Tamansari No.1 Kota Bandung pada Senin (16/03/2020). Dua orang diantaranya menggunakan masker sesuai Surat Edaran Rektor  No: 181/G.13/Rek-k/III/2020 perihal Pencegahan Penularan Corona Virus Disease 19 (COVID-19).  (Foto: Aryana Catur/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Terhitung sejak Sabtu (14/3), Surat edaran Rektor Unisba mengenai COVID-19 yang menyebutkan segala sistem kegiatan akademik maupun non-akademik dilakukan secara daring memberikan dampak cukup besar bagi para pedagang kaki lima sekitar Unisba.

Sejumlah pedagang di sekitan Unisba mengakui adanya COVID-19 berdampak besar bagi mereka, terutama dari segi penghasilan yang melonjak turun. Bagaimana tidak, konsumen terbesar mereka adalah mahasiswa.

Seperti ungkapan salah satu pedagang kantin deret Unisba, Eli menyebutkan penghasilan terasa sangat turun sejak Senin (16/3). Ia mengatakan, “biasanya abis sampe 50 gelas per-hari, sekarang baru sepuluh gelas yang laku,” ujarnya saat diwawancarai di depan kantin deret Jalan Tamansari No.1.

Sama halnya dengan Eli, turunnya penghasilan pun dirasakan Kasri penjual ayam Brawijaya Kantin Deret Unisba. Ia mengatakan konsumen sangat sedikit, yang mana sangat jauh dari dugaannya. Meski begitu, hingga keadaan membaik Kasri akan tetap berjualan walau dalam keadaan kampus Unisba kosong.

“Saya juga bingung udah belanja banyak harus bagaimana. Sebenarnya saya udah tau informasi Unisba akan kosong, cuma saya engga mikir separah ini, jauh sekali dari biasanya. Penghasilan saya pun menurun drastis,” ungkapnya.

Cerita lain datang dari penjual sate Maranggi, Ahmad Badri yang mengungkap penjualan pada Kamis (19/3) tidak mencapai 200 tusuk. Sama halnya dengan Kasri, Ahmad pun tetap berjualan hingga kondisi normal. Bukan karena ekonomi saja, ia memilih berjualan beralasan agar tidak merasa bosan dirumah.

“Kalau dirumah ya tambah pusing mikirin semuanya, kalau jualan bisa liat orang lewat, untuk menghilangkan pikiran yang ruwet.”

Selain menurunnya omzet, dampak lain pun mereka khawatirkan dari bahan makanan yang tidak bisa disimpan lama. Keresahan ini diungkap oleh pedagang nasi tutug oncom kantin deret, Wati yang mengungkap penjualannya hari ini terpaksa mengahbiskan bahan makanana yang telah dibeli sebelumnya.

Kondisi seperti ini menuai banyak harapan besar dari para pedagang sekitar Unisba. Pedagang Roti Boss, Tio Saiful berharap agar kondisi ini lekas membaik, karena menimbang bulan Ramadhan akan segera tiba, yang mana kebutuhan pokok pun akan semakin banyak.

“Semoga segera terselesaikan saja, kalo misalnya emang kedatangan corona punya maksud dan tujuan, cepet-cepet kembali normal saja.”

Reporter: Ahmad Fadlan Fathurohman & Sophia Latamaniskha

Penulis: Sophia Latamaniskha

Editor: Puspa Elissa Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *