Ketika sebuah fakta menyedihkan balik menyerang. Para agen perubahan ini malah berjuang memenuhi absen dibanding mendapatkan ilmu dari sang dosen. Fenomena ini tentu saja akan berimbas bagi mental para penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin. Kebiasaan ini bisa menghapus rasa tanggung jawab dalam diri mahasiswa.
Sudah menjadi rahasia umum, tanggung jawab seseorang mahasiswa adalah menuntut ilmu dari sang dosen yang menempahnya. Bila hal ini terus membudaya, gelar sarjana akan menjadi sebuah pajangan di belakang nama tanpa diimbangi kemampuan dibalik makna yang disandang empunya.
Bila kita meneropong lebih jauh ke depan. Ada hal yang patut kita khawatirkan, apabila mereka menjadi orang yang diberi kepercayaaan guna menjadi wakil rakyat. Sebuah paradigma yang memang telah mengakar hingga ke dalam sumsum tulang bangsa. Sang penguasa bersantai di balik meja, menyepelekan rapat lalu memasang wajah manis seolah tanpa dosa.
Sudah sewajarnya kita sebagai mahasiswa menjaga integritas sebagai kalangan intelektual, yang senantiasa jujur dan penuh tanggung jawab atas segala perbuatan. Dengan seperti ini, pemimpin di masa yang akan datang akan memiliki jiwa integritas yang baik dan dapat diberi kepercayaan. (Robby/Desyane)

