Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Harian
  • Kuisioner, Alat bantu dalam akreditasi Fikom
  • Berita Harian

Kuisioner, Alat bantu dalam akreditasi Fikom

Unisba- SM . Sejak 20 Desember mahasiswa Fikom Unisba dibuat resah oleh kabar yang menyeruak dari jejaring sosial lembaga legislatif fakultas. Pernyataannya mengenai kewajiban mahasiswa fikom untuk mengisi kuisioner dari badan penjaminan Mutu (BPM) Unisba secara online di http://bpm.unisba.ac.id. Pihak fakultas juga mengancam untuk memberikan sanksi akademik bagi mahasiswa yang tidak mengisi kuisioner sampai 28 Desember 2012.

Suara Mahasiswa Desember 27, 2012

Ketua BPM Unisba, Nan Rahmawati menjelaskan bahwa sistem pengisian kuisioner sekarang hanya untuk uji coba yang nantinya akan diterapkan pada UAS Januari 2013. BPM hanya membutuhkan 10 orang perangkatan dari semua fakultas untuk mengisi kuisioner online yang pengujiannya sampai 28 desember 2012. “Apabila sudah oke dan tidak ada kendala, maka akan dikaji BPM untuk diwajibkan pada semua mahasiswa” tutupnya.

Bagi Fikom, 10 mahasiswa dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. “Memang BPM menyatakan kuisioner ini sebagai uji coba, tapi Fikom memerlukan itu untuk mengetahui performa selama empat tahun kebelakang” ujar Santi Indra Astuti, Wakil Dekan I Fikom.

Santi menambahkan bahwa fungsi kuisioner bagi Fikom sendiri yaitu untuk melihat performa dosen, audit internal mutu akademik, sertifikasi dosen dan persiapan akreditasi pada 2014. Hal itu  dikarenakan  aspek terbesar untuk akreditasi yaitu penilaian dari mahasiswanya sendiri.  Ini dilakukan tak lain untuk mempertahankan nilai akreditasi A yang telah didapat Fikom.

Menjawab isu beredarnya sanksi akademik bagi mahasiswa yang tidak mengisi kuisioner, Santi menanggapi bahwa sanksi akademik layak diberikan kepada mahasiswa yang tidak peduli dan tidak serius terhadap perkuliahan. Salah satu tandanya dengan tidak memenuhi kewajiban untuk mengisi kuisioner. Sanksi yang diberikan bukan hanya untuk mahasiswa, dosen pun akan mendapat sanksi apabila penilaian performa dari mahasiswa memang kurang baik. “Mohon maaf saya bertangan besi, hal ini bertujuan untuk menyelamatkan kapal ini (Fikom-Red)” tutupnya. (Framesti Frisma/SM)

 

Continue Reading

Previous: Titip Absen, “Kanker” yang Membudaya
Next: Donor Darah Untuk Kemanusiaan

Hal Terkait

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker
  • Berita
  • Berita Harian

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker

Maret 17, 2026
IWD 2026 di Bandung Suarakan Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan
  • Berita
  • Berita Harian

IWD 2026 di Bandung Suarakan Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan

Maret 9, 2026
Enam Demonstran Divonis Penjara, Penasihat Hukum Angkat Bicara
  • Berita
  • Berita Harian

Enam Demonstran Divonis Penjara, Penasihat Hukum Angkat Bicara

Februari 24, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh

April 26, 2026
Tantangan Implementasi Akal Imitasi di Unisba
  • In-Depth

Tantangan Implementasi Akal Imitasi di Unisba

April 21, 2026
Wajah Otoritarianisme di Balik Topeng Demokrasi Indonesia
  • In-Depth

Wajah Otoritarianisme di Balik Topeng Demokrasi Indonesia

April 21, 2026
Eksistensi BEMU dan DAMU dalam Krisis Relevansi di Unisba
  • In-Depth

Eksistensi BEMU dan DAMU dalam Krisis Relevansi di Unisba

April 21, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.