Sarah Latama (Kiri memakai almamater Unisba), satu kandidat calon ketua BEM Fikom Unisba sedang melakukan kampanye monologis dialogis, di Pelataran Fakultas, Kamis (12/12).
Sarah Latama (Kiri memakai almamater Unisba), satu kandidat calon ketua BEM Fikom Unisba sedang melakukan kampanye monologis dialogis, di Pelataran Fakultas, Kamis (12/12).
Suaramahasiswa.info, Unisba – Badan Pekerja Pemilihan Umum (BPPU) Fikom Unisba menggelar kampanya monologis dialogis calan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fikom, di Pelataran Fakultas, Kamis (12/12). Hanya ada satu nama calon yang mencuat dalam kampanye tersebut, yakni Sarah Latama, ia sendirian maju menjadi calon ketua BEM Fikom Unisba dan diprediksi akan diangkat langsung aklamasi.
Dalam kesempatan tesebut mahasiswa Public Relations ini mempunyai visi menjadikan Fikom satu kesatuan dan memperkenalkannya ke ranah eksternal. Sedangkan misinya membuat jurusan-jurusan di Fikom tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau sudah satu yang pasti harus dipertahankan, saya mengharapakan regenerasinya lebih baik lagi didukung dengan kekompakan,” ucap Sarah mengenai efek yang ingin ditimbulkan saat visinya dijalankan.
Terkait tidak mempunyai pesaing menjadi ketua BEM Fikom, Sarah mengaku tidak tahu menahu mengapa dirinya bisa melenggang sendiri. Sebelumnya dia mendengar bahwa ada dua calon lagi tapi keduanya mengundurkan diri dengan tidak ada alasan yang jelas. “Saya mungkin melihat adanya keapatisan dari 2011, cuma ada alasan lain yang membuat mereka seperti itu,” tambah wanita yang mengaku ingin menjadi tauladan untuk angkatannya tersebut.
Badai Banyu Negara, yang masih menjabat ketua DAM-F menjelaskan bahwa sebelumnya ada satu calon lagi, namun persyaratan yang diajukkan belum lengkap sampai waktu yang ditentukan. Pihak BPPU pun memutuskan untuk tidak melanjutkan satu calon tersebut untuk menghargai calon lain yang sudah siap. “Kita berdasarkan peraturan di PD-PRT, karena tetap harus diproses dan untuk tidak mengulur-ulur waktu untuk langsung diadakan proses aklamasi,” tukas mahasiswa Public Relations 2010 ini.
Saat ditanya apakah dirinya kecewa atau tidak karena kandidat yang mencalonkan cenderung sedikit. Lelaki berkepalan cepak ini mengaku bahwa hal tersebut adalah relatif, karena secara pribadi dia menginginkan kandidat yang banyak. “Pengennya kandidatnya banyak lah, biar masyarakat Fikom jadi bisa menilai sendiri bagaimana kemampuan calon-calonnya,” ujarnya. (Karel/SM)
