Makna Idealis Dalam Resital Stuba

Para pemain Stuba sedang melakukan salah satu adegan di Pagelaran Resital XXV hari kedua malam kemarin di gedung aula Hj. Kartimi Kridhoharsojo,Sabtu (21/03)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Pagelaran Resital XXV Studi Teater Unisba (Stuba) memasuki hari kedua pementasannya pada Jumat (20/3). Pertunjukkan yang digelar dua hari ini dilaksanakan di Gedung Hj. Kartimi Kridoharsojo dengan mengangkat tema politik menarik bertema “Dunia Orang-Orang Mati”. Banyak penonton mengapresiasi persembahan karya dari Stuba yang dihelat kurang lebih tiga jam ini.

Menurut Sucy Sri sebagai stage manager pagelaran, maksud dari tema yang diusung adalah agar penonton menyadari betul bagaimana kondisi negara Indonesia saat ini dalam perpolitikannya. Terlihat dari peran yang diperankan oleh tokoh utama ‘Dharma’ menyiratkan pembangunan jiwa idealisme dan nasionalisme yang tidak bertekuk lutut kepada uang. “Banyak yang bilang acaranya keren karena naskah yang diambil juga bagus maknanya,” jelas Sucy.

Menurut M. Fikri H penampilan Stuba secara keseluruhan sangat all out dalam menumbuhkan karakter si tokoh. Mahasiswa Fikom Unisba ini mengomentari makna yang di dapatkan dari jalannya cerita adalah idealis, sebuah kebaikan yang perlu dijunjung tinggi. “Ketika kebenaran disebut munafik, ketika kejahatan sudah menjadi kebiasaan, sogok menyogok sudah hal yang lumrah. Jadi ya, idealis perlu untuk sebuah kebaikan,” tandasnya. (Salma/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *