Ketidak Netralan BPPU di Pemilu Raya Unisba

Suaramahasiswa.info, Unisba – Terpilihnya M. Fadhli Muttaqien dan Yunus Mulia menjadi Presiden dan Wakil Presiden Unisba menandai berakhirnya Pemilu Raya 2015. Pemilihan dan pemungutan suara berjalan dengan lancar. Namun,  Badan Panitia Pemilihan Umum (BPPU) mendapatkan kabar bahwa adanya ketidak netralan dalam berkerja.

Kabar tersebut pun dikonfirmasi oleh ketua BPPU Khantia Ridwan Dirgantara saat ditemui pada Rabu (4/29). Ia menjelaskan bahwa memang ada aduan tentang ketidak netralan tersebut. Namun, memang kendala dari BPPU sendiri selain sebagai petugas juga sebagai pemilih. Sanksi akan diberikan jika pelanggaran terjadi, seperti teguran sampai pengeluaran, karena sudah pernah ada anggota yang dikeluarkan. “Sejauh ini sudah berikan arahan untuk hal seperti itu yaitu tetap harus profesional. Sanksi tertentu pun sudah dipersiapkan,” jelasnya.

Rahma mahasiswi Fakultas Psikologi memberikan tanggapannya, bahwa memang seyogyanya BPPU harus tetap profesional. Dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan bersikap netral saat pemilihan dan pemungutan suara berlangsung. “Harusnya netral sih, tapi kan itu kesadaran diri sendiri. Kalau memang mau cari yang bener, harus subjektif jangan karena teman,” tutur mahasiswi angkatan 2012 ini.

Sependapat dengan Rahma, hal tersebut disampaikan juga oleh Faris Fakhriansyah mahasiswa Fikom 2012. Ia berharap jika memang itu terjadi, pasti akan ada sanksi yang akan diberikan jika memang terbukti. “Harusnya  BPPU netral, disini kan sama perannya sama KPU. Jadi harus lebih ditindak lanjuti lagi. Karena saat tidak netral bagaimana kedepannya,” ucap ketua Keluarga Mahasiswa Jurnalistik ini. (Salma Nisrina/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *