
Teks Oleh : Dina Ken Ulamsari
Foto Oleh : Adil Nursalam
Bandung – Sabtu (21/4), bertempat di aula Universitas Pasundan Jl. Lengkong Besar no.68, Jumpa mengadakan diskusi publik dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-17. Diskusi tersebut mengangkat tema “Cinta Indonesia Melalui Pendidikan”.
Diskusi publik yang dimulai dari pukul 08.00 WIB ini turut mengundang pembicara Ayu Kartika Dewi dari Pengajar muda Indonesia mengajar, Iwan Hermawan dari ketua Forum Guru Independen, dan Yusuf Yudha Erlangga sebagai penggagas rumah mimpi. Selain itu, hadir delegasi dari lembaga kemahasiswaan Unpas, seperti himpunan-himpunan, unit kegiatan mahasiswa, dan persma-persma di Bandung. Acara ini merupakan acara Eksternal dari serangkaian acara HUT Jumpa.
Dalam diskusinya, disebutkan bahwa pendidikan di Indonesia sendiri hampir belum terjamahi oleh anak-anak generasi masa depan, bahkan bagi anak-anak jalanan menjamahi kursi pendidikan saja tidak mungkin rasanya. Untuk itu dibukalah rumah impian untuk mereka yang kesehariannya hidup di jalan, disanalah mereka mendapatkan pendidikan-pendidikan sebagaimana mestinya mereka.
Selain itu diskusi ini berbagi pengalaman belajar mengajar, salah satunya cerita dari Ayu Kartika Dewi. “Saat pertama mengajar di sebuah sekolah di Maluku Utara sangat miris, disana harus mulai mengajarkan mereka Bahasa Indonesia dan adat Istiadat mencium tangan orang yang lebih tua,karena bagi mereka itu adalah hal yang aneh.” Ceritanya ketika sedang mengajar di Halmahera Maluku Utara.
Dalam diskusinya, Iwan Hermawan mengatakan empat dosa masalah pendidikan yang dilakukan Pemerintah adalah UN, RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanal), disentralisasi pendidikan, dan gonta-ganti kurikulum. Keempat dosa ini melanggar HAM dan USPN yang seharusnya konsisten pada tujuan pendidikan Nasional (USPN pasal 5). Adanya RSBI malah mengkhianati Sumpah Pemuda “Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia” karena kegiatan belajar mengajar yang cenderung menggunakan Bahasa Inggris.
Muthia Nur Fitriana sebagai Ketua Pelaksana menyebutkan alasanya tentang tema yang dibahas. “Jumpa mengambil tema Cinta Indonesia Melalui Pendidikan karena, kita sebagai kaum muda lebih baik menciptakan perubahan dan memotivasi mahasiswa untuk merubah Indonesia melalui pendidikan. Jangan hanya mengkritik sistem pemerintahannya saja,” jelas Muthia.
