Oleh : Karel

Penampilan Jeruji yang atraktif di Liga Musik Nasional 3, Jum’at (20/4). Selain Jeruji, band yang lainnya seperti Sigmun dan Speedkill turut memeriahkan acara ini.
Bandung-SM, Setelah lama tak terdengar, akhirnya gelaran Liga Musik Nasional (Limunas) kembali dihelatkan untuk kali ketiga, di Karamba Cafe Jln. Tirtayasa (20/04). Line Up band yang bermain disini terdiri 3 band, Mulai dari Sigmun, Speedkill (Jakarta), dan Jeruji.
Tepat jam 8 malam, acara dimulai dengan performance pertama dari Sigmun. Band yang mengusung stoner/psychedelic/blues ini memainkan 5 lagu dalam waktu setengah jam. Mulai dari Land of the Living Dead, Bones, Valley of Dream, Red Blood Sea, hingga The Raid yang merupakan original soundtrack dari film paling fenomenal di Indonesia yang berjudul sama. Sound yang raw, heavy, dan vokal unik ala band legendaris Black Sabbath, terdengar hampir ke segala sudut Karamba Cafe.
Setelah itu, acara dilanjutkan oleh penampilan Speedkill, band Crossover/Thrash asal Jakarta. Kuintet yang digawangi oleh Ambon (vokal), Fii (gitar), Patra (bass), dan Vijay (drum), memainkan lagu-lagu yang gahar dan cepat. Speedkill membawakan lagu yang banyak diambil dari album mereka Metallium A.D. seperti Lacur, Kumainkan Rock & Roll Untukmu, Parade Kanibal Utopis, dan hit single dari mereka yaitu John The Bronx. Di sela-sela pergantian lagu, Danang atau yang akrab disapa Ambon sebagai vokalis sekaligus frontman, berinteraksi dengan penonton secara konyol dan lucu sehingga membuat seisi kafe terhibur dan tertawa. “Speedkill yang paling keren disini”, celetuk pria yang tubuhnya dihiasi oleh banyak tato ini sembari tertawa.
Band pamungkas pun akhirnya naik panggung untuk Limunas kali ini. Ya, Jeruji tepatnya. Band Hardcore/Punk legendaris asal Kota Kembang ini tampil minus gitaris mereka Ale Andre yang berhalangan hadir. Sebagai pengganti, Andre Vinsesius sebagai kru gitar pun menggantikan posisinya. Tembang pertama Fuck Me Up melecut penonton untuk sing along dan berjoget ria. Lanjut dengan lagu Ambisi, Jeruji dan penonton tampak lebih beringas. Setelah itu, dilanjutkan dengan Lawan yang sangat dinanti-nanti para metalhead di Karamba.Pogo Dancing, Stage Diving, dan Moshing tak terelakkan di kafe yang lumayan sempit ini. Jeruji pun sempat meng-cover lagu dari bandHardcore asal Amerika Serikat, Agnostic Front, berjudul Gotta Go. Lagu-lagu dari album terakhir “Warlock” seperti My Way, Respect, dan Bandung Pride mengakhiri penampilan Jeruji sekaligus menutup Limunas 3 ini.
Salah satu pencetus Limunas, Doddy Hamson, mengungkapkan konsep dari acara tersebut. “ Konsepnya sih hanya untuk memperkenalkan band dengan suasana yang cukup intim karena bertempat di kafe yang kecil dan Limunas hanya sebagai media saja tidak yang lain.” ucap Doddy yang juga merupakan vokalis Komunal. Ia pun berharap acara ini dapat berjalan terus-menerus dan digelar selama sebulan sekali. Biaya adalah hambatan paling klise untuk acara yang terakhir digelar sekitar Juni 2011 lalu. Harapan lain dari pria berambut gondrong ini yaitu untuk tertib dan tidak rusuh saat datang ke sebuah pertunjukkan musik. “Kalau orang yang mau menonton band, ya harus tertib dan membeli tiket, tidak rusuh sih intinya”, tutupnya.
