Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Kampus
  • Behind The Scene "Negeri 5 Menara" with Communication Management
  • Berita Kampus

Behind The Scene "Negeri 5 Menara" with Communication Management

 



Teks: Nindy Novrinawati.
Foto: Risma Rusmeikawati



Bandung (23/05) - “Setiap orang memiliki bioskopnya sendiri di dalam kepala mereka,” ucap Affandi A. Rahman. Itulah kata - kata sutradara film Negeri 5 Menara yang pada hari ini menjadi special appearance bersama David Chalik, dalam Studium General Manajemen Komunikasi dengan judul "Behind The Scene Negeri 5 Menara with Communication Management". 
Suara Mahasiswa Mei 23, 2012

Tahap produksi film dan Man Jadda Wa Jada menjadi konsep utama materi yang disampaikan dalam acara tersebut. Mulai dari tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi suatu film, dibahas di sini. Sedangkan Man Jadda Wa Jada sebagai pesan moral yang harus dimiliki dalam  membuat suatu film. “Studium General ini merupakan acara tahunan dari Manajemen Komunikasi dan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa Fikom 2011, tentang salah satu matakuliah Mankom, yaitu industri perfilman. Sedangkan alasan kami memilih film ‘Negeri 5 menara’ karena film ini terbuka untuk semua umat tidak hanya untuk umat muslim,” ucap Putra Pribadi selaku ketua KMMK (Keluarga Mahasiswa Manajemen Komunikasi) Unisba.
Mengenai tahap produksi film, Affandi menjelaskan bahwa sebelum tahap pra produksi yang paling penting dan mendasar adalah script development. “Dalam film Negeri 5 menara terdapat banyak kisah sehingga dibutuhkan proses menulis yang panjang. Setelah tahap script development selesai, baru menentukan pemain, crew, kostum, dan lain – lain.” Affandi pun menjelaskan mengenai art director. “Sebagai sutradara harus bisa memikirkan angle kamera, warna, dekor, kostum dan make – up. Sehingga dapat terlihat seberapa realistis film tersebut yang dapat ditampilkan.”
Affandi A. Rahman bersama David Chalik selaku salah satu aktor di film tersebut, tidak hanya menjelaskan secara teknis. Tetapi, pengalaman – pengalaman yang tidak ditampilkan di layar kaca pun diceritakan dan dibahas melalui pemutaran video behind the scene film yang bertema agama ini. “Dalam dunia film, ada hal – hal yang harus kita perjuangkan. Tidak bisa menerima begitu saja,” tegas Affandi ketika menceritakan pengalamannya bernegosiasi. Sedangkan menurut David, ketika memerankan tokoh ayah dalam film ini, Ia selalu mengingat Almarhum ayahnya. “Film ini saya dedikasikan untuk Almarhum ayah saya. Dalam pembuatan film ini saya selalu ingat ayah,” ucap David sambil mengeluarkan air matanya.
“Kesulitan membuat film dari novel / buku / cerita best seller adalah harus bisa menyatukan bioskop yang ada di kepala semua orang yang sudah membaca dan mengetahui ceritanya. Sedangkan keuntungannya adalah tidak perlu melakukan promosi,” jawab Affandi pada salah satu pengunjung studium general. “Buku dan film adalah 2 hal yang berbeda. Buku tidak ada deadline kapan harus selesai, sedangkan film deadline-nya 2 jam penayangan. Kalau isi film sama secara keseluruhan dengan yang ada di buku, 1 minggu di bioskop film tidak akan selesai. Dialog dalam buku pun harus ada yang diubah karena dialog dalam bukunya itu boring terlalu lama,” tutup Affandi.

 

Continue Reading

Previous: Pemilu Unisba 2012: Periode Baru Bagi sang Pemimpin Baru
Next: the end has no end

Hal Terkait

Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua
  • Berita
  • Berita Kampus

Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua

Agustus 16, 2026
Soroti Legalitas Sejumlah Pengurus BEMU, Belmawa Verifikasi Status Akademik
  • Berita
  • Berita Kampus

Soroti Legalitas Sejumlah Pengurus BEMU, Belmawa Verifikasi Status Akademik

Agustus 10, 2026
Parkir B3 Dekanat Jadi Penyimpanan Sementara Barang Lelang
  • Berita
  • Berita Kampus

Parkir B3 Dekanat Jadi Penyimpanan Sementara Barang Lelang

Agustus 4, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Di Sela Riuh Kemerdekaan
  • Feature

Di Sela Riuh Kemerdekaan

Agustus 20, 2026
AIESEC in Bandung Dorong Kepemimpinan Generasi Muda melalui Local Volunteer Summer Peak 2026/2027 Bersama Volunteer Internasional
  • Advertorial

AIESEC in Bandung Dorong Kepemimpinan Generasi Muda melalui Local Volunteer Summer Peak 2026/2027 Bersama Volunteer Internasional

Agustus 19, 2026
Di Balik Karcis Parkir Unisba
  • In-Depth

Di Balik Karcis Parkir Unisba

Agustus 18, 2026
Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua
  • Berita
  • Berita Kampus

Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua

Agustus 16, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.