Suasana pembebasan massa aksi May Day 2025 disambut bahagia oleh keluarga dan rekannya di Rumah Tahanan Kebonwaru, Jl. Jakarta No.29, Kota Bandung, pada Kamis, (16/10). (Foto: Muhammad Chaidar Syaddad/SM).
Suaramahasiswa.info -Unisba Tiga dari lima peserta aksi May Day 2025, TZH, AR, dan FE akhirnya dibebaskan setelah lima bulan menjalani proses hukum di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 tepatnya di Jl. Jakarta No. 29 Kebonwaru, Kota Bandung pada Kamis, (16/10). Pembebasan tersebut disambut haru oleh keluarga para korban.
Fatimah, selaku orang tua dari TZH ungkap rasa bahagia atas pembebasan anaknya. “Perasaannya pokoknya seneng banget, karena kan mendapat info dari Posbakum (Pos Bantuan Hukum-Red) melalui telepon juga pada tanggal 16 itu bisa di jemput.” Ungkapnya pada Kamis, (16/10).
Selanjutnya, salah satu peserta aksi May Day yang dibebaskan, TZH mengaku lega usai menjalani masa penahanan di Rutan Kebonwaru. Putra dari Fatimah itu mengatakan perasaannya bercampur antara sedih dan bahagia karena akhirnya dapat kembali pulang.
Serupa dengan TZH, AR merasa senang saat kepulangannya disambut hangat oleh keluarga beserta teman-temannya. “Pasti seneng banget dan nggak bisa diungkapin apalagi disambut oleh temen-temen sampai kesini.” Kata AR saat diwawancarai pada Kamis, (16/10).
Begitu pula dengan Yoyoh, ibu dari FE juga ikut merasa haru dan bahagia atas kebebasan putranya. “Kalau di kampung ibu suka doa bersama tiap hari Selasa malam Rabu, ibu mengadakan doa bersama, kalau hari Kamis, malam Jumat suka yasinan di rumah.” Ujarnya pada Kamis, (16/10)
TZH berharap, massa aksi di kemudian hari dapat menjaga ketertiban dan tidak membuat kerusuhan. Di sisi lain, Fatimah dan Yoyoh mengharapkan putra mereka dapat fokus menyelesaikan kuliah. Terutama TZH, mengingat pihak kampus telah memastikan untuk tidak mempersulit proses studinya.
“Kedepannya mah beresin kuliah, dari kampus katanya tidak akan dipersulit, lanjut paling satu semester, mudah-mudahan Mei bisa wisuda. Harapannya cepet kerja dan tidak terulang lagi naik mobil hijau, tidak terulang lagi kesini ya.” Pungkas Fatimah.
Reporter: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Penulis: Dandi Pangestu Rusyanadi/SM
Editor: Alfira Putri Marcheliana Idris/SM
