Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Harian
  • Sepetak Langit, Bagi Si Penyuka Musik
  • ALL POST
  • Berita Harian

Sepetak Langit, Bagi Si Penyuka Musik

Suara Mahasiswa Desember 31, 2013

Sambil menyelam minum air. Recordfest yang pertama kali diadakan berhasil memikat hati penikmat musik di Kota Bandung. Acara ini, tidak hanya sebagai ajang berjualan tapi sebagai ajang silaturahmi pecinta musik metal pada Selasa (31/12).

Sambil menyelam minum air. Recordfest yang pertama kali diadakan berhasil memikat hati penikmat musik di Kota Bandung. Acara ini, tidak hanya sebagai ajang berjualan tapi sebagai ajang silaturahmi pecinta musik metal pada Selasa (31/12). (Faza R/ Jobs)

AWAN tidak kuat lagi membendung mendung, sampai akhirnya air mata langit turun membasahi Bandung. Gerimis manis yang sempat membuat kami pesimis melanjutkan perjalanan. Sampailah kami di sebuah bangunan. Seakan-akan disambut, langkah kami diiringi lantunan musik heavy metal. Graha Parahyangan, terletak di jalan Dayang Sumbi sebuah bangunan tempo dulu semi modern yang disulap menjadi tempat berjualan aneka merchandise musik keras impor maupun lokal.

Ternyata kami beruntung. Hari ini di penghujung tahun 2013, sebuah acara yang dinamakan Recordfest digelar pada tanggal 29 hingga 31 Desember. Recordfest mengusung tema esensial dalam hidup yaitu musik yang berhasil menarik hati para pecinta musik di Indonesia, khususnya penikmat musik keras digawangi oleh komunitas Anak Metal Bandung (AMB).

Kebetulan kami dipertemukan langsung dengan lelaki berparas sangar lengkap dengan jaket dan atribut metal. But, don’t judge a book buy its cover. Lelaki ini ternyata menyambut kami dengan ramah. Beben Trihatmojo (35) dan rekan-rekannya mengadakan acara Recordfest sebagai event perdana mereka yang bertujuan untuk memperkenalkan root musik metal terutama pada masyarakat kota Bandung. Selain itu, acara ini merupakan wadah bagi para pecinta metal untuk berkumpul di satu atap, mengisi waktu luang dengan hal positif di malam menjelang pergantian tahun.

Sebenarnya, Recordfest merupakan acara awal dari Cihapit Free Day yang rencananya digelar bulan Januari 2014. “Kenapa kita milih Cihapit, soalnya Cihapit merupakan salah satu tempat historikal buat anak metal. Selain di BIP dan di PI, ya intinya sih menyukai metal jangan hanya sekedar trend. Harus tahu sampai akarnya. Saya senang jadi bagian dari acara ini, karena disini jadi ajang silaturahmi juga bagi om-om, kakak-kakak, sampai adik-adik penyuka musik metal,” ujar Beben.

Kaset antik, vinyl, kaos-kaos band, dan merchandise unik menjadi magnet tersendiri untuk para pengunjung terutama para kolektor. Dengan harga yang relatif murah, tak heran banyak pengunjung luar kota bertandang ke Recordfest. Kebanyakan pengunjung, memadati acara ini pada hari Minggu (29/12).

Pandangan kami beralih ke pojok ruangan. Bukan hanya kaset, Budi (45) juga menjual kaos impor maupun lokal. Recordfest bukan kali pertama bagi Budi.Selain event musik, ia juga berjualan kaset di kawasan Jl. Dewi Sartika. Harga yang dibandrol untuk kaset sekitar Rp. 10.000,- sampai Rp. 20.000,- sedangkan untuk kaos, dibandrol dengan harga Rp. 125.000,- sampai dengan Rp. 250.000,-. Tidak ada kekurangan yang begitu dominan dari acara ini. Hal itu diamini oleh Budi yang menjajakan kasetnya.“Acara ini udah keren, cuma kurang live musik aja,” tutur Budi.

Selanjutnya, kami tertarik untuk melihat lapak lainnya yang cukup menarik perhatian dan dipadati pengunjung . Kami menghampiri salah satu pengunjung yang sedang asyik memilah-milih kaos. “ Saya mendapatkan info acara ini dari teman saya yang buka lapak disini, udah tiga hari berturut- turut datang kesini gak bosen tuh.Pengen banget borong barang disini. Soalnya gak Cuma bagus, tapi juga langka. Apadaya, gak ada duit. Jadi saya cuman beli kaset doang, ” tutur Endra , salah satu mahasiswa STIKOM Bandung ini. Ia juga berharap acara Recordfest dapat digelar di tahun selanjutnya.

Tidak terasa, siang menjadi senja dan hujan pun mulai reda. Dengan langkah yang berat, kami pun kembali menyusuri jalanan Bandung yang padat. Terimakasih untuk inspirasi, pengalaman, teman, dan wawasan luas di akhir 2013. (Raisha dan Faza/Jobs)

Continue Reading

Previous: Dibalik Ketegaran Sang Marbot Mesjid
Next: [SM TV] Perajin Terompet Musiman Jelang Tahun Baru

Hal Terkait

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker
  • Berita
  • Berita Harian

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker

Maret 17, 2026
IWD 2026 di Bandung Suarakan Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan
  • Berita
  • Berita Harian

IWD 2026 di Bandung Suarakan Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan

Maret 9, 2026
Enam Demonstran Divonis Penjara, Penasihat Hukum Angkat Bicara
  • Berita
  • Berita Harian

Enam Demonstran Divonis Penjara, Penasihat Hukum Angkat Bicara

Februari 24, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Mahasiswa Refleksikan Penyerangan Aparat melalui Diskusi, “Merawat Ingatan & Lawan Balik”
  • Berita
  • Berita Kampus

Mahasiswa Refleksikan Penyerangan Aparat melalui Diskusi, “Merawat Ingatan & Lawan Balik”

April 19, 2026
Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial
  • Advertorial

Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial

April 11, 2026
BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan
  • Berita
  • Berita Kampus

BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan

Maret 18, 2026
Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker
  • Berita
  • Berita Harian

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker

Maret 17, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.