Lelywati Idham, dosen Psikologi saat diwawancarai mengenai Islamophobia di ruang Dosen,gedung Fakultas Psikologi, Jumat (20/11). (Rindiantika/Job)
Suaramahasiswa.info, Unisba – Islamophobic atau Islamophobia adalah sebuah istilah mengenai ketakutan dan kebencian terhadap Agama Islam. Dilansir dari ABC Australian Network, Islamophobia semakin meningkat seusai tragedi Paris, ibukota Perancis pada Jumat malam hingga dini hari waktu setempat. Beberapa warga Universitas Islam Bandung pun memberikan tanggapannya akan hal itu.
Jumat sore (20/11) Lelywati Idham, dosen Fakultas Psikologi menyuarakan tanggapannya mengenai Islamophobia. Menurutnya, ketakutan tersebut disebabkan oleh orang-orang yang tidak tahu secara mendalam tentang Islam kemudian langsung mengeneralisir bahwa agama ini seperti teroris karena memperbolehkan membunuh orang, walaupun disertai dengan alasan kuat.
Lelywati Idham menambahkan bahwa ia melihat hikmah dari Islamophobia ini, “Karena dengan begitu mereka jadi ingin tahu Islam itu seperti apa sih? Pasti banyak orang yang ingin tahu karena kejadian ini. Seperti kejadian 9/11 di Amerika,” ungkapnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Bembi, mahasiswa Psikologi angkatan 2012. Ia menjelaskan bahwa Islamophobia ada karena kekurangan informasi tentang Islam. “Sebenarnya Islam itu mengajarkan apapun tidak memaksa, tidak dalam kekerasan. Cuma mungkin yang mereka tahu itu hanya sebatas jihad yang dipakai selalu mengandung unsur kekerasan. Makanya mereka menganggap ajaran Islam tuh keras,” jelas pria bertubuh tegap ini. (Rindiantika/Job)
