Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Harian
  • Filateli, Tak Sekedar Hobi Memburu Petisi
  • ALL POST
  • Berita Harian

Filateli, Tak Sekedar Hobi Memburu Petisi

Suara Mahasiswa Maret 6, 2014

Foto: Net

Suaramahasiswa.info, Bandung – Siang itu di penghujung Januari 2014. Sinar matahari masih terhalang di balik awan siklon tropis. Sembari menyesap tembakau kretek di kursi belakang mobil Suzuki Carry keluaran tahun 1985 –yang terparkir di seberang jalan depan gerbang Museum Pos Indonesia– Maman Abdul Malik, dengan dibantu  anak bungsunya merapikan tumpukan perangko kuno yangberserakan di kardus lalu memilahnya satu per satu berdasarkan harga.

Lelaki berperawakan kurus ini memang sudah menggeluti dunia filateli sejak kecil. Tak aneh jika jemarinya terampil dalam memilah perangko. Bukan hanya tahun pembuatan perangko yang dia amati –keunikan dan jumlah cetakan– menjadi poin penting. “Dulu saat saya masih sekolah –wilayah ini menjadi tempat bermain saya– berburu karet gelang di belakang Gedung  Sate. Nah, di sana (dulu) ada tempat sampah  peninggalan Belanda –banyak surat dan perangko bekas dari petugas Gedung Sate dibuangnya ke tempat itu,” ujar lelaki berumur 64 tahun ini saat ditemui di sela kesibukannya, Senin (27/1) lalu.

Menurutnya, ketertarikan akan dunia perangko kian kuat setelah dia diterima masuk sebagai karyawan PT Pos Indonesia Biro Bandung. “Kerja di pos ada kaitannya dengan ini. Saya mulai berbisnis sejak tahun 1975. Berburu perangko bekas dengan berjalan kaki ke berbagai stasiun radio di Bandung. Di sana ada banyak perangko kiriman dari para pendengar,” kenang Maman.

Lelaki kelahiran Bandung ini berujar, menjadi filatelis bukan hanya sekedar hobi mengumpulkan petisi penting yang dikandung sebuah perangko sehingga menjadikannya bernilai tinggi. Baginya, perangko merupakan salah satu medium komunikasi yang mampu mendekatkan satu sama lain dari yang tak kenal menjadi kenal.

Melalui kecintaan pada perangko itulah yang menghantarkannya bertemu dengan presiden kedua Republik Indonesia, kala itu. Bermodal perangko bergambar Soeharto keluaran tahun 1993, lelaki yang pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar ini berangkat dari Bandung ke Jakarta menemui Soeharto agar menandatangi perangkonya. (Sugiharto Purnama/SM)

Tags: Desyane Putri filatelis Museum Pos Indonesia perangko soeharto Suara Mahasiswa unisba. filateli

Continue Reading

Previous: Tuhan Mencintai Keberagaman
Next: Mengenang Si Binatang Jalang Lewat Puisi dan Prosa

Hal Terkait

Soroti Kondisi Bangsa, Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Jabar
  • Berita
  • Berita Harian

Soroti Kondisi Bangsa, Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Jabar

Juni 15, 2026
Aliansi Mahasiswa Jawa Barat Gelar Aksi Imbas Kebijakan Pemerintah
  • Berita
  • Berita Harian

Aliansi Mahasiswa Jawa Barat Gelar Aksi Imbas Kebijakan Pemerintah

Juni 12, 2026
Warga Pegunungan Jawa Barat Tolak Rencana Ekspansi Geothermal
  • Berita
  • Berita Harian

Warga Pegunungan Jawa Barat Tolak Rencana Ekspansi Geothermal

Juni 10, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Soroti Kondisi Bangsa, Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Jabar
  • Berita
  • Berita Harian

Soroti Kondisi Bangsa, Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Jabar

Juni 15, 2026
Euforia Konser di Tengah Tekanan Ekonomi Indonesia
  • Alternatif
  • Artikel

Euforia Konser di Tengah Tekanan Ekonomi Indonesia

Juni 12, 2026
Aliansi Mahasiswa Jawa Barat Gelar Aksi Imbas Kebijakan Pemerintah
  • Berita
  • Berita Harian

Aliansi Mahasiswa Jawa Barat Gelar Aksi Imbas Kebijakan Pemerintah

Juni 12, 2026
Warga Pegunungan Jawa Barat Tolak Rencana Ekspansi Geothermal
  • Berita
  • Berita Harian

Warga Pegunungan Jawa Barat Tolak Rencana Ekspansi Geothermal

Juni 10, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.