Foto: Net
Tidak ada ciptaan Tuhan yang seragam. Sekalipun hal itu terlihat serupa, tetapi tetap tidak akan ada yang sama seperti halnya anak kembar. Semua ciptaannya terutama manusia diciptakan sesuai dengan perannya masing-masing dalam menjalani kehidupan. Hal ini diwujudkan dengan banyaknya profesi yang ada di dunia ini. Seperti dokter, polisi, hakim, jaksa, guru, tukang parkir, dan satpam. Perbedaan membentuk kehidupan dan seisinya menjadi seimbang agar saling mengisi satu sama lain. Tidak terbayang jika seluruh ciptaan Tuhan ini serupa. Mungkin hidup tidak akan seseru saat ini karena semua terlalu sama.
Adanya perbedaan ini pula yang melahirkan konflik. Konflik terjadi ketika salah satu diantara manusia tidak mampu menerima perbedaan. Sebenarnya,Tuhan menciptakan segalanya berbeda karena, menginginkan manusia mampu menjadi bijaksana dalam menghadapi seluruh perbedaan ini. Selain itu, Tuhan pun ingin mendidik makhluk ciptaan-Nya untuk memahami betapa pentingnya toleransi. Menghargai keputusan, arah hidup dan ideolgi yang dimiliki oleh seseorang.
Kini banyak sekali manusia disibukkan dengan pertentangan akan perbedaan yang hadir di masyarkat. Entah itu dalam tujuan hidup ataupun ideologi. Memperdebatkan perbedaan seakan-akan seperti mempertanyakan, “MengapaTuhan menciptakan seluruh ciptaanya berbeda?”. Sehingga, memang sangat sulit untuk dicari solusi titik tengahnya untuk mencapai satu suara yang sama. Sebab, memang tidak akan pernah ada satu hal yang sama. Maka, setelahnya akan terbentuklah kaum mayoritas dan minoritas di antara kumpulan-kumpulan pendapat yang ‘merasa’ satu paham. Disinilah seseorang itu diuji untuk mampu memahami dan mau menerima perbedaan itu. Toleransi.
Maka dari itu, tidakkah terlalu sombong bagi manusia yang menginginkan semua hal itu serupa? Padahal Tuhan Sang Maha Pencipta segalanya sangat mencintai keberagaman? Dan kenyataanya yang harus selalu diingat, tidak ada satu pun di dunia ini yang serupa. Semua dengan perbedaan. (Syifa Luthfiati/SM)
