Mahasiswa Teknik sedang mengikuti diskusi mengenai garis koordinasi keislaman Unisba di Aquarium pada Rabu(5/3).
Mahasiswa Teknik sedang mengikuti diskusi mengenai garis koordinasi keislaman Unisba di Aquarium pada Rabu(5/3).
Suaramahasiswa.info, Unisba– Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Unisba menyelenggarakan diskusi bertajuk Menguraikan Tentang Garis Koordinasi Keislaman Unisba di Aquarium , Rabu (5/3). Acara ini dihadiri mahasiswa Fakultas Teknik dari berbagai jurusan seperti Teknik Industri, Tambang maupun Planologi.
Latar belakang diselenggarakan diskusi ini sebagai program kerja dari bidang pendidikan program Kajian Ilmiah, juga sebagai ajang silaturahmi antar pengurus BEM Fakultas Teknik . Diskusi ini menjelaskan tentang situasi dan kondisi baik dilihat secara institusi maupun statuta Unisba yang nyatanya nilai- nilai Islamnya mulai pudar. Hal itu diamini oleh M. Fauzan Farauzi Pical selaku Ketua Bem Fakultas Teknik. “ Secara statuta, Unisba itu berlandaskan Islam namun sejauh ini kita dapat melihat dengan mata kita bahwa nilai- nilai Islamnya sudah mulai berkurang baik dalam aktivitas kemahasiswaannya dan lainnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa permasalahan lain timbul dari perilaku civitas contohnya masalah berjilbab, hingga detik ini pihak rektor tidak berani mengeluarkan kebijakan untuk mewajibkan seluruh mahasiswa Unisba harus berjilbab. Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan masalah nilai- nilai dan identitas Unisba sebagai kampus yang berlandaskan nilai- nilai Islam.
R. Nugraha Suryanigrat Sudrajat, mahasiswa Teknik Planologi menyatakan bahwa masalah ini bukan kesalahan, melainkan kurang sempurnanya kita dalam melaksanakan hal- hal dan budaya- budaya keislaman. “Masalah ini tidak ada yang perlu disalahkan, tanggung jawabnya kolektif dan terkait. Untuk memunculkan budaya yang Islami itu, kita bukan saling mengandalkan tetapi harus saling menyadarkan,” tambahnya.
Salah satu peserta diskusi Ahmad Chairil Anwar mahasiswa teknik Tambang berharap konsep dan kebijakan yang dibuat rektorat lebih mengutamakan toleransi walalupun ada batasan- batasan yang harus dipertanggungjawabkan dan dijaga ke depannya. R. Nugraha Suryanigrat Sudrajat kembali menuturkan bahwa para petinggi Unisba sudah seharusnya membuat suatu kebijakan yang isinya membuat budaya Islam bermutu di Unisba. “Unisba ini sedang krisis degradasi moral terutama untuk beberapa fakultas.Ini harus dibenahi karena identitas kita sebagai Universitas Islam dimana nilai Islamnya harus diunggulkan,”tutupnya.(Luthfi A./SM)
