Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Harian
  • Dieng, Keindahan yang memilukan
  • Berita Harian

Dieng, Keindahan yang memilukan

Suara Mahasiswa September 22, 2012

 


Oleh: Framesti Frisma Sriarumtias

 

Dataran tinggi Dieng, Wonosobo, keindahannya sudah tersohor kemana-mana. Turis dalam negeri bahkan mancanegara tak segan berkali-kali berkunjung. Banyak julukan yang disematkan pada Dieng: negeri para dewa, negeri diatas awan, dan pastinya negeri seribu bukit, karena tampak puluhan bukit yang berjajar seolah melindungi rakyat Dieng dari serangan luar.

Dalam benak kita saat mendengar kata bukit yang terlintas pasti pepohonan yang lebat, kesejukan, serta hamparan hijau dari pepohonan. Tapi kini, bukit para dewa telah beralih fungsi. Bukan lagi pohon penyangga bukit yang bisa dijumpai, tapi petak-petak ladang pertanian.

Saat panen berakhir bukit semakin terlihat gundul, berwarna cokelat dengan petak-petak ibaratkan puzzle. Miris memang.

Bukan hanya kegundulan, kemarau yang berkepanjangan juga berdampak pada bukit Dieng. Kebakaran hutan kini seolah menjadi hal yang biasa. Bukit Sikunir, yang merupakan objek wisata yang tergabung dalam desa wisata ini adalah satu saksi bisu. Tempat yang sekarang dipakai untuk melihat penampakan golden sunrise Dieng yang khas, kini berubah hitam. Selain bisa melihat keindahan juga tersaji kemirisan bukit Dieng, sisa-sisa kebakaran yang meninggalkan jejak hitam. Sangat memilukan.

“Setelah panen, para petani biasanya membakar sisa-sisa panennya di ladang. Karena hutan sekitar begitu kering dengan angin yang bertiup tanpa henti, kebakaran pun menjalar,” ucap Dikdik, salah satu tour guide di Sikunir. Bukan hanya Sikunir yang mendapat serangan api, juga Bukit Sindoro yang juga merasakan efek dari kemarau ini. Kebakaran hebat yang melanda menghitamkan sejarah Dieng.

Harapan dan doa tak henti dipanjatkan para rakyat Dieng, berharap malaikat segera menurunkan hujan. Berharap hijau itu kembali ada.

Continue Reading

Previous: Lahan Parkir Baru di Unisba
Next: Gerbang Pertama Anggota Isola Pos

Hal Terkait

JPU Hadirkan Enam Saksi dalam Sidang Lanjutan Aksi May Day 2026
  • Berita
  • Berita Harian

JPU Hadirkan Enam Saksi dalam Sidang Lanjutan Aksi May Day 2026

Agustus 7, 2026
Hanya Satu Saksi Hadir, Sidang Aksi May Day Bandung 2026 Ditunda
  • Berita
  • Berita Harian

Hanya Satu Saksi Hadir, Sidang Aksi May Day Bandung 2026 Ditunda

Juli 31, 2026
Warga Dago Elos Kembali Tegaskan Sengketa Lahan Belum Tuntas
  • Berita
  • Berita Harian

Warga Dago Elos Kembali Tegaskan Sengketa Lahan Belum Tuntas

Juli 11, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Kabel Semrawut, Pejalan Kaki Ikut Kalut
  • Curhat

Kabel Semrawut, Pejalan Kaki Ikut Kalut

Agustus 24, 2026
Unisba Lantik 1.536 Wisudawan pada Gelombang II TA 2025/2026
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Lantik 1.536 Wisudawan pada Gelombang II TA 2025/2026

Agustus 23, 2026
Unisba Kembali Aktifkan Gate Parkir Secara Bertahap
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Kembali Aktifkan Gate Parkir Secara Bertahap

Agustus 21, 2026
Di Sela Riuh Kemerdekaan
  • Feature

Di Sela Riuh Kemerdekaan

Agustus 20, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.