Bebaskan Ekspetasi Cerita di Maem Mendut #3

Sesi pertunjukan Maem Mendut #3 di Selasar Sunaryo, Bandung, Rabu (11/6). Penonton di buat berekspetasi sebebas mungkin akan maksud dari jalan cerita yang disajikan. (M. Roby Iskandar/SM)


Suaramahasiswa.info-Bandung, Maem Mendut #3 menyapa pencinta teater di Kota Bandung tepatnya di Selasar Sunaryo Art Spase. Hadir dengan tema judul Semangka Pati, pegelaran ini terbukti sukses memanjakan seluruh indra para penonton yang hadir Rabu (11/6).

“Sebenarnya dalam menikmati sebuah karya seni, kita tak perlu memerlukan kata-kata. Karena tubuh, ruang, musik, cahaya, itu lebih sensitif terhadap perasaan kita. Ketika saya menonton tadi hal yang saya dapatkan adalah sebuah kebahagiaan dan lebih dari hanya sekedar sebuah cerita,” ujar Riyadhus Shalihin Pemred dari Daunjati yang turut menonton pergelaran tersebut.

Maem mendut sendiri terinspirasi dari tokoh legenda asala Jawa. Sang sutradara pementasan ini, Sugiyanti Ariani  menawarkan kebebasan berekpetasi akan jalan cerita dari drama yang ia garap itu. Hal ini semakin dipertegas dari tiadanya unsur linguistik pementasan tersebut. “intinya saya memberikan sebuah penawaran akan sebuah jalan cerita tetapi tak diceritakan secara utuh. Ini adalah sebuah eksplorasi dengan meminjam Mendut  sebagai objek cerita didalamnya,” ujar Sugiyanti.

Acara ini didatangi oleh sejumlah penggiat seni Kota Bandung, Mahasiswa dan beberapa tamu undangan lainnya. Rencana pergelaran ini akan diadakan selama dua hari berturut-turut, 11 dan 12 Juni 2014 di Bale Handap, Selasar Sunaryo pukul 20.00 WIB. (M. Roby Iskandar/SM)