Sementara itu, kubu Barito Putra dengan sang pelatih Salahudin menurunkan formasi 4-4-2. Susunan pemain inti yang diturunkan Dian Agus (kiper), Supriadi, Daewon Ha, Guntur Ariyadi, Fathulrahman (belakang), Septariyanto, Amirul, Dedi, Ana Supriatna (tengah), Coulibaly Djibril, Sugeng Wahyudi (penyerang).
Tidak menunggu lama, publik tuan rumah bergemuruh saat Maman Abdurahman mencetak gol menit (2’) memanfaatkan kemelut di muka gawang Dian Agus. Tidak lama kemudian bobotoh terhentak lewat gol balasan Barito lewat Dedi Hartono (4’). Kedua kesebelasan bermain imbang dan saling bermain lepas hingga babak pertama usai.
Jeda turun minum, empat menit laga berjalan, Laskar Antasari (julukan Barito Putra) membalikan keadaan lewat Sugeng Wahyudi (49’). Keadaan tersebut membuat sang arsitek Persib Jajang Nurjaman merubah pola permainan 4-4-2 menjadi 4-4-3 dengan memasukan Dzumafo menggantikan Supardi. Persib menyamakan kedudukan menit (55’) lewat tendangan Sergio Van Dijk memanfaatkan umpan tendangan bebas Firman Utina. Stadion kembali bergemuruh.
Absennya empat pemain pilar Barito dimanfaatkan dengan baik oleh punggawa maung Bandung. Untuk ketiga kalinya pertahanan tim asuhan Salahudin roboh, dimenit (66’) Abanda Herman getarkan jala Aditya Harlan yang menggantikan Dian Agus karena cedera, skor 3-2. Kedudukan ini bertahan hingga pertandingan usai.
Kemenangan ini Janur persembahkan untuk para pemain dan tentunya untuk para bobotoh yang setia mendukung. “Mudah-mudahan kemenangan ini akan terus menghampiri kita dipertandingan selanjutnya,” ujar janur mengamini, saat konfrensi pers usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Barito Putra Salahudin mengakui akan lemahnya pemain asuh nya saat menanggulangi bola-bola mati. “Kita akui banyak kecolongan di bola-bola mati, tapi pada dasarnya kita puas dengan permainan anak-anak,” ungkapnya. (Adil/SM)

