[Artikel] “Panic Button”, Solusi Mengatasi Kriminalitas

Bandung adalah kota yang terkenal dengan gudangnya kreativitas kawula muda. Cuaca sejuk ditambah keramahan warganya membuat para pendatang maupun wisatawan betah berlama-lama diam di kota kembang ini. Semua itu tentu saja atas dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kota yang membuat Bandung semakin menarik. Terlebih akhir-akhir ini Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, sedang gencar-gencarnya menata kota agar terlihat lebih indah dengan merombak dan membangun taman-taman yang ada di Bandung. Alhasil warga lokal pun sekarang lebih memilih refreshing di taman dibandingkan dengan mall yang biasanya sangat diminati. Tapi, untuk masalah keamanan gimana? Kan sekarang lagi marak-maraknya kejahatan? Eits..tenang aja, Wali Kota kita punya solusinya. Sila nikmati tulisan berikut untuk pemaparanya.

Seolah tak kehabisan akal, pria yang akrab disapa Kang Emil ini terus berinovasi untuk menjadikan kota yang dipimpinnya lebih maju. Setelah berhasil merombak taman sehingga terlihat lebih indah dan nyaman, kang Emil memfasilitasi keamanan warganya dengan aplikasi panic button atau SOS untuk perangkat android. Aplikasi ini berfungsi sebagai tombol yang bisa digunakan warganya jika sedang dalam bahaya, baik itu pencopetan, penculikan dan lainnya.

Ridwan Kamil menggandeng start-up X-igent dan Telkom Indonesia untuk mendukungnya dalam menghadirkan aplikasi panic button ini. Dilansir dari serambinews.com, ternyata panic button ini diciptakan oleh pemuda asal Aceh Barat bernama Muhammad Ikramullah bersama dua temannya Rendy dan Yudha yang tergabung dalam startup X-igen. Menurutnya Bandung adalah kota pertama yang menggunakan aplikasi ini. Ikram menyatakan bahwa ia sebenarnya sudah pernah membicarakan hal ini dengan wali kota Aceh, namun tidak ditindak lanjuti. Ia berharap aplikasi ini nantinya dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia guna menjaga keamanan.

Selain menunjukkan bahwa pengguna sedang dalam bahaya, aplikasi ini juga menunjukkan lokasi dimana dia berada. Hal tersebut karena panic button ini terhubung dengan GPS. Cara mendapatkannya pun mudah yaitu dengan membeli antena kecil yang ada tombolnya dan mengunduh aplikasinya di playstore. Antena kecil tersebut harganya terjangkau dan banyak dijual di pasaran. Setelah itu klik tombol panic contact dan masukkan nomor yang bisa dihubungi. Ketika dalam bahaya, pengguna tinggal menekan tombol yang ada pada antena ataupun icon di layar HP sebanyak tiga kali dan secara otomatis informasi akan tersampaikan pada nomor yang dimasukkan tadi. Selain itu aplikasi ini juga terhubung langsung dengan petugas command center Bandung, sehingga jika tombol ditekan sirine disana akan bunyi dan petugas terdekat langsung meluncur ke lokasi.

Agar tidak disalahgunakan, warga yang memiliki aplikasi ini harus mendaftarkan nomer HP nya di database Pemkot Bandung. Sebagaimana yang ditulis dalam akun facebooknya, Ridwan Kamil berharap dengan adanya panic button ini akan menjadi solusi untuk melawan kejahatan.

Sebagai warga Bandung tentu kita merasa sangat bangga dengan apa yang dihasilkan oleh Ridwan Kamil. Tapi kita harus mendukung dan menjaganya, jangan sampai aplikasi ini disalahgunakan yaa. Jadi sekarang kalian enggak usah takut lagi kalau jalan-jalan di Kota Kembang, tapi harus tetap hati-hati ya. (Khalida/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *