Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Alternatif
  • Artikel
  • [Artikel] Hanya Indonesia Yang Mengabaikan Bahasa Penjajah #1
  • Artikel

[Artikel] Hanya Indonesia Yang Mengabaikan Bahasa Penjajah #1

Suara Mahasiswa November 6, 2014

Teks: Muhammad Iqbal Nur Hakim
Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Hukum Unisba 2009

Dalam memperingati Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober lalu, kebanyakan yang saya baca di setiap tulisan baik di media cetak dan media sosial, isinya kebanyakan adalah membahas agar para pemuda Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan. Namun, dalam tulisan saya ini saya akan membahan sederhana tentang bahasa saja, sebab bila membahas tentang kebangkitan pasti sudah banyak.

Ketika Negara Bekas Jajahan Menjadikan Bahasa Jajahan Sebagai Bahasa Nasional

Kita bisa melihat Negara-negara yang dimana bekas jajahan sebut saja Negara Brazil, bila kita kesana masyarakatnya pasti akan menggunakan Bahasa Portugal. Karena Brazil bekas jajahan Portugal selama 500 tahun.

Bila kita berada di Mexico, Venezuela, Kolombia, Peru atau Negara-negara yang berada di Amerika Latin lainnya, maka kita pasti akan mendapati mereka dengan berbahasa Spanyol. Karena Negara-negara tersebut bekas jajahan Spanyol selama ratusan tahun.

Begitu juga dengan Negara-negara jajahan di benua Afrika seperti Aljazair, Tunisia, Maroko, dan Chad yang dijajah oleh Prancis. Bahkan dinegara mereka menjadikan Bahasa Prancis menjadi bahasa nasionalnya.

Malaysia bekas jajahan Inggris menggunakan Bahasa Inggris, india kalangan terdidiknya juga menggunakan bahasa Inggris. Bahkan Negara-negara Oceania (Negara-negara kepulauan yang berada di Samudra Pasifik) seperti Fiji, Selandia Baru, Tonga, Palau, Solomon, Kirimbati dan lainnya menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya.

Cuma Indonesia yang Berani Beda

Begitulah pemaparan singkat Negara-negara dari Asia, Afrika, Amerika Latin yang bekas jajahan Spanyol, Protugal dan Inggris yang masih menggunakan bahasa jajahan bahkan tak tanggung-tanggung bahasa bekas jajahan tersebut dijadikan sebagai bahasa nasional mereka.

Lalu bagaimana dengan Indonesia yang selama 3,5 abad dijajah oleh Belanda? Apakah menggunakan Bahasa Belanda juga sebagai bahasa sehari-hari? Ternyata tidak, bangsa Indonesia menolak menggunakan bahasa penjajah. Bahkan Bahasa Belanda sudah dilupakan sama sekali oleh orang Indonesia.

Mengapa demikian? Jauh sebelum Indonesia merdeka, meskipun masih dibawa jajahan Belanda, bangsa Indonesia sudah dari dulu menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional. Itu pun dibuktikan ketika Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta, dimana kongres tersebut melahirkan sumpah pemuda yang isinya sebagai berikut:
“Sumpah Pemuda.

Kami putera-puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu. Tanah Air Indonesia

Kami putera-puteri Indonesia, mengaku berbangsa satu. Bangsa Indonesia

Kami putera-puteri Indonesia, mengaku menjunjung bahasa persatuan. Bahasa Indonesia

HIDUP INDONESIA…… HIDUP INDONESIA…… HIDUP INDONESIA…….”

Dengan lahirnya sumpah pemuda dan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya, ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki harga diri menolak menggunakan bahasa penjajah dan jati diri yang sangat kuat. Meski pada saat itu Indonesia masih dijajah oleh Belanda, bangsa Indonesia tidak mau ikut-ikutan menggunakan bahasa dari penjajah Belanda.

Tags: #Oktober 28 artikel bahasa Index indonesia kontributor roby sumpah pemuda

Continue Reading

Previous: HAI DAY, Dapatkan Keseruan Khas Anak Muda
Next: Indonesian Economy Outlook (IEO) 2015

Hal Terkait

Aspirasi Rakyat Menggema di Tengah Pekak Telinga Penguasa
  • Artikel

Aspirasi Rakyat Menggema di Tengah Pekak Telinga Penguasa

November 7, 2026
Kritik Politik Lewat Humor Meme
  • Alternatif
  • Artikel

Kritik Politik Lewat Humor Meme

September 28, 2026
Mengapa Pola Bullying Terus Berulang?
  • Alternatif
  • Artikel

Mengapa Pola Bullying Terus Berulang?

September 23, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Harapan untuk Sepak Bola di Lapangan Teuku Umar
  • Feature

Harapan untuk Sepak Bola di Lapangan Teuku Umar

November 8, 2026
Aspirasi Rakyat Menggema di Tengah Pekak Telinga Penguasa
  • Artikel

Aspirasi Rakyat Menggema di Tengah Pekak Telinga Penguasa

November 7, 2026
Gema Sumpah Pemuda, Mahasiswa Desak Tuntutan Rakyat Dituntaskan
  • Berita

Gema Sumpah Pemuda, Mahasiswa Desak Tuntutan Rakyat Dituntaskan

Oktober 29, 2026
Awali Periode Baru, DAMU dan BEMU 2026-2027 Resmi Dilantik
  • Berita
  • Berita Kampus

Awali Periode Baru, DAMU dan BEMU 2026-2027 Resmi Dilantik

Oktober 25, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.