Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Alternatif
  • Artikel
  • Jepang, Menyapa Dunia Lewat Anime
  • ALL POST
  • Artikel

Jepang, Menyapa Dunia Lewat Anime

Suara Mahasiswa Maret 16, 2014

Siapa yang tidak tahu anime atau animation? Karya seni ini lahir dari Negara pemilik bunga sakura, Jepang. Anime adalah animasi khas Jepang merupakan serapan dari kata animation. First Experiments in Animation karya Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi dan Kitayama Seitaro (1913) menjadi anime pertama yang menuntun lahirnya anime-anime saat ini muncul. Lalu Oten Shimokawa mengikutinya dengan film pendek berdurasi lima menit berjudul “Imokawa Mukuzo Genkaban No Maki” (1917), namun karya tersebut masih berbentuk film bisu. Bermula dari kedua animasi itu, banyak animator Jepang mencoba untuk terus mengembangkan anime hingga mampu menjadi se-populer saat ini.

Salah satunya Astro Boy. Karya Ozamu Tezuka ini menjadi anime pertama yang mampu mendunia dan kini Amerika telah mengadopsi karya tersebut. Tak hanya itu, anime Jepang berjudul “Tetsuma Boy” menjadi tanda lahirnya anime TV series produksi Jepang.

Seiring perjalanan zaman, menjadikan pembuatan produksi kartun mudah dilakukan dan ditambah lagi sekarang ini anime semakin berkembang dari segi artistik hingga alur cerita yang menarik. Seperti mengikuti nenek moyang-nya, Astro Boy. Lahirlah anime lain yang dapat mendunia dengan kemasan yang jauh lebih berkembang seperti, Doraemon (1969), Captain Tsubasa (1981), One Piece (1997), Naruto (1999), Sword Art Online (2012) dan masih banyak lagi. Sama halnya dengan film, animasi pun memiliki genre berbeda, ada action, adventure, mecha (robot), sentai (peperangan), sport dan lainnya. Namun, ada beberapa genre yang tidak boleh ditonton oleh anak kecil, karena terdapat genre khusus dewasa yang menayangkan adegan-adegan vulgar (hentai) disetiap adegan ceritanya.

Anime sangat disukai oleh banyak kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Dengan alur cerita dan gambar khas negerinya, anime mampu memberikan kesenangan tersendiri dalam menikmatinya. Tak ada salahnya untuk menonton animasi, karena terdapat juga nilai kehidupan didalamnya. Seorang pernah berkata, manusia itu berdekatan dengan khayalan. Berawal dari sebuah , animator-animator handal membuat karya yang ciamik, hingga mereka dapat menyapa dunia lewat anime. (Ravi A. Fauzan/SM)

Tags: #Artikel #Anime #UNISBA #SuaramahasiswaOnline #SyifaLuthfiati

Continue Reading

Previous: Mahasiswa dan Sapi
Next: Perkembangan Pembangunan Gedung Kedokteran

Hal Terkait

Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z
  • Alternatif
  • Artikel

Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z

Desember 30, 2025
Praktik Kekuasaan Sistem Feodal dalam Pendidikan Indonesia
  • Alternatif
  • Artikel

Praktik Kekuasaan Sistem Feodal dalam Pendidikan Indonesia

Desember 13, 2025
Tradisi Pelestarian Alam dalam Balutan Pamali di Masyarakat
  • Alternatif
  • Artikel

Tradisi Pelestarian Alam dalam Balutan Pamali di Masyarakat

Desember 5, 2025

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Suara Mahasiswa Selembar Edisi April 2026
  • E-Magz

Suara Mahasiswa Selembar Edisi April 2026

April 27, 2026
Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh

April 26, 2026
Tantangan Implementasi Akal Imitasi di Unisba
  • In-Depth

Tantangan Implementasi Akal Imitasi di Unisba

April 21, 2026
Wajah Otoritarianisme di Balik Topeng Demokrasi Indonesia
  • In-Depth

Wajah Otoritarianisme di Balik Topeng Demokrasi Indonesia

April 21, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.