Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Review
  • [Review Movie] Berada di Batas Alam Mimpi dan Dunia Nyata
  • ALL POST
  • Film
  • Review

[Review Movie] Berada di Batas Alam Mimpi dan Dunia Nyata

Suara Mahasiswa Desember 20, 2013

Oleh: Bobby Agung Prasetyo

Judul   : The Science of Sleep
Tahun : 2006
Durasi : 100 menit
Genre  : Drama Fantasi

Stephane (Gael García Bernal) adalah seorang lelaki yang penuh dengan imajinasi dan mampu menghasilkan visualisasi nyata dalam setiap mimpinya. Kisah dimulai ketika ia yang sudah lama menetap di Kanada, harus kembali ke tempat kelahirannya Perancis, demi menemani ibunya yang sedang dalam haru biru ditinggal sang ayah yang meninggal dunia. Mau tak mau, hidup baru harus ia tata kembali di Perancis. Mulai dari beradaptasi, menjalin relasi, hingga mencari pekerjaan.

Mendapat rekomendasi dari sang ibu, Stephane bekerja di sebuah perusahaan pembuat kalender sebagai desainer. Bertemu dengan beberapa orang pekerja memiliki sikap aneh, salah satunya Guy (Alain Chabat), membuat kesehariannya berwarna. Tapi yang lebih mempengaruhi hidupnya yakni Stephanie (Charlotte Gainsbourg), gadis yang tinggal berseberangan dengan flatnya. Tak sehari pun Stephane melewati pikirannya tanpa Stephanie.

Semuanya berjalan secara mulus. Sering menghabiskan waktu berdua, jalan bersama, mengulik nada piano, hingga memikirkan suatu konsep yang gila mengenai imajinasi mereka. Stephanie-lah yang selalu menjadi ‘artis’ di alam mimpi Stephane. Semuanya berubah ketika keduanya sudah sangat dekat, namun Stephane terlalu malu dan pesimis untuk mengungkapkan; padahal Stephanie memiliki respon yang baik. Terjadi gejolak batin dalam diri Stephane, yang membuatnya bersikap aneh, sensitif, hingga ke tingkat terparahnya yaitu tak dapat membedakan mana yang alam mimpi dan mana yang dunia nyata.

Michel Gondry, sang penulis sekaligus sutradara, mampu menyusun jalan cerita secara unik juga memainkan psikologis dari penonton dengan balutan genre drama bertemakan surreal. Lika-liku Stephane bersama imajinasi super gilanya membuat penonton menerka-nerka, apakah ia terlalu sibuk bermimpi atau ia menderita kelainan jiwa. Bagi yang menyukai sajian drama dengan isi yang unik, The Science of Sleep ini cocok untuk dijadikan referensi.

Tags: 2006 drama dream fantasy film La science des rêves mimpi movie Review surreal the science of sleep

Continue Reading

Previous: Menjelang Diklatsar, Mapenta Persiapkan Fisik dan Mental
Next: Pendidikan Bahasa Lewat “Language Day”

Hal Terkait

Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang
  • Buku
  • Review

Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang

September 30, 2026
Menilik Perjuangan Lewat Dokumenter “Dago Elos: Tanah Untuk Rakyat”
  • Film
  • Review

Menilik Perjuangan Lewat Dokumenter “Dago Elos: Tanah Untuk Rakyat”

September 19, 2026
Gie dan Kritik terhadap Kekuasaan
  • Film
  • Review

Gie dan Kritik terhadap Kekuasaan

September 3, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Warmindo Si Jalu: Santapan Lezat tapi Harga Bersahabat
  • Advertorial

Warmindo Si Jalu: Santapan Lezat tapi Harga Bersahabat

Oktober 8, 2026
Suara Mahasiswa Selembar Edisi Oktober 2026
  • E-Magz

Suara Mahasiswa Selembar Edisi Oktober 2026

Oktober 7, 2026
Ketika Hukum Berhadapan dengan Kekuasaan
  • Kontributor
  • Opini

Ketika Hukum Berhadapan dengan Kekuasaan

Oktober 1, 2026
Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang
  • Buku
  • Review

Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang

September 30, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.