Potret pamflet pencarian Maimanati Mutmainnah, mahasiswi Fakultas Dakwah, Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung (Unisba) yang telah beredar di media sosial. (Foto: Istimewa).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Mahasiswa Fakultas Dakwah Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung (Unisba), Maimanati Mutmainnah, dilaporkan hilang setelah keluarganya mengaku kehilangan kontak pada Senin, (13/7). Atas kejadian tersebut, pihak keluarga telah melapor kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Cicalengka pada Selasa, (14/7).
Fitri, kakak Maimanati, mengatakan bahwa adiknya berpamitan kepada keluarga untuk mengunjungi teman pesantrennya di Garut pada Sabtu, (11/7). Namun, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Maimanati diduga belum sampai ke Garut dan masih berada di Bandung.
“Iya, itu belum tentu juga karena kesalahan dari ticketing jadi kemungkinan masih di Bandung.” Ujar Fitri saat diwawancarai pada Kamis, (16/7).
Adapun menurut keterangan Fitri, pakaian yang terakhir dipakai Maimanati ialah kerudung berwarna hitam, cardigan wool tebal berwarna ungu dan memakai tas berwarna coklat. Di sisi lain, kontak terakhir Maimanati ialah dengan Bibinya pada Senin, (13/7) pukul 12.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Menurut penuturan Fitri, keluarga menduga Maimanati belum sampai ke Garut karena adanya kendala dalam proses pemesanan tiket kereta. Selain itu, keluarga memperoleh informasi dari pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Stasiun Kiaracondong bahwa Maimanati sempat memesan tiket perjalanan dari Stasiun Kiaracondong menuju Stasiun Cicalengka pada Senin, (13/7).
Di samping itu, pihak keluarga sempat memeriksa rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) di Stasiun Kiaracondong. Namun, hingga kini rekaman tersebut belum memberikan petunjuk yang jelas mengenai keberadaan Maimanati. Upaya lain, seperti pelacakan melalui nomor telepon pun telah dilakukan. Akan tetapi, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena telepon genggam Maimanati sudah dalam keadaan mati.
“Terakhir ngecek itu NIK (Nomor Induk Kependudukan, Red) adek dari KTP (Kartu Tanda Penduduk, Red) adek dicek di Stasiun Kiaracondong tepat di hari Senin, tepat di hari adek hilang kontak itu ternyata adek itu pesan tiket pulang dari Kiaracondong ke Cicalengka gitu,” jelasnya.
Fitri juga mengatakan bahwa ia tidak menaruh curiga kepada siapa pun termasuk pada teman-teman Maimanati. Sebab, ia merasa kejadian ini merupakan kali pertama dialami karena Maimanati biasanya memberi kabar kepada keluarga setiap kali hendak pulang.
Lebih lanjut, Fitri berharap pencarian Maimanati segera membuahkan hasil. Ia mengimbau masyarakat yang melihat Maimanati, khususnya di sekitar Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Cicalengka agar segera menghubungi pihak keluarga.
Reporter: Siska Vania/SM
Penulis: Siti Nur Halizah/SM
Editor: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
