Kabinet BEMU Belum Jelas, Kegiatan Sejumlah UKM Terhambat

Ilustrasi Presiden Mahasiswa Unisba yang berada di bawah bayangan kekosongan kursi kementerian dan kepengurusan. (Fahriza Wiratama/SM

Suaramahasiswa.info, Unisba – Satu bulan pasca terpilihnya Presiden Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) masih mencari kandidat mahasiswa untuk mengisi sejumlah kursi kementerian. Presiden Mahasiswa, Taufik Sirajuddin memaparkan hingga Selasa (3/11) ada empat kursi kementerian telah terisi dan sisanya masih menunggu rekomendasi dari BEM Fakultas.

“Yang pasti baru Kementrian Agama (Menag), Kementrian Sekretaris Negara (Mensesneg), Kementrian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) dan Kementrian Luar Negeri (Menlu), yang lain masih dalam tahap pencarian,” ujar Taufik saat diwawancarai lewat sambungan telepon pada Selasa (3/11).

Taufik berharap kursi kementerian terisi dalam waktu dekat. “Kita menargetkan tanggal lima hingga sepuluh November sudah ada yang mengisi Kementrian, agar bisa selesai dan dilantik sebelum tanggal 15 November,” lanjutnya.

Perihal kegiatan open recruitment yang tengah berjalan, Taufik menargetkan 50 orang pendaftar. Namun hingga Selasa (3/11) masih terdapat lima orang yang mendaftar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Amanat Mahasiswa (DAMU), Parhan Kamal Fadilah menuturkan bahwa pelantikan harus segera terlaksana, sebab BEMU maupun DAMU belum memiliki legalitas yang jelas.

“Ideal nya kita ingin semua dilantik dengan staff-staff nya, tapi kondisi kaya (pandemi) gini kurang sekali antusias mahasiswa untuk ikut organisasi sehingga sulit mencari orang yang mau di DAMU atau BEMU,” ujar Parhan lewat sambungan telepon, pada Kamis (5/11)

Buramnya legalitas kepengurusan BEMU dan DAMU mempengaruhi beberapa kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), sebab ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan antara BEMU dengan UKM. Ketua UKM Unit Nihon Kyouikai (UNK) Resdika menyebut bahwa UNK belum mengetahui prosedur anggaran yang diberikan oleh Kemahasiswaan Unisba.

Terkait hal tersebut, UNK telah melakukan koordinasi dengan BEMU perihal anggaran keuangan dan telah membuat pengajuan anggaran kepada BEMU. Namun hal tersebut belum tersampaikan karena hingga saat ini pengurus BEMU masih sulit ditemui.

Berbeda dengan UNK, UKM Bakti Desa (Bakdes) mengalami hambatan dalam pelantikan pengurus, sebab masih menunggu kepengurusan BEMU terbentuk. “Pelantikan diundur karena nunggu kepengurusan baru BEMU. Mungkin lebih cepat lebih baik pelantikannya, biar kegiatan dari Bakdes juga bisa cepet dilaksanakan,” ujar Ai Ela Solihatul selaku Bendahara Bakdes yang diwawancarai melalui pesan Whatsapp pada Senin (2/11).

Terkait hal tersebut, Taufik  menjelaskan belum melakukan komunikasi secara intens dengan seluruh UKM. “Untuk sampai hari ini kita belum berkomunikasi intens dengan UKM, tapi kemarin baru beberapa UKM saja. Kedepannya akan berkomunikasi lebih intens lagi agar permasalahan terselesaikan dan terakomodasi oleh BEMU itu sendiri,” ujanya.

Reporter: Ahmad Fadlan & Sophia Latamasniskha

Penulis: Ahmad Fadlan & Tazkiya Fadhiilah

Editor: Ifsani Ehsan Fachrezi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *