Potret gate parkir yang berada di kawasan parkiran Resimen Mahasiswa (Menwa), Universitas Islam Bandung (Unisba), Jl. Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Selasa, (18/8). (Foto: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Gate parkir di lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali diaktifkan secara bertahap sejak Mei 2026. Pengaktifan kembali dilakukan untuk meningkatkan keamanan kendaraan dan menata sistem keluar-masuk kendaraan di lingkungan kampus.
Pengelola parkir Unisba, Mulyadi, mengatakan pengaktifan gate parkir dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap pencurian kendaraan di lingkungan kampus. “Meminta ke yayasan untuk diaktifkan, kekhawatirannya pencurian,” ujar Mulyadi pada Selasa, (11/8).
Sebelumnya, gate parkir sempat tidak berfungsi karena kendala sistem. Mulyadi menjelaskan perangkat gate sebenarnya sudah tersedia, tetapi belum dapat digunakan karena sistemnya bermasalah.
Saat ini, gate telah diterapkan di area parkir Fakultas Kedokteran (FK) dan Resimen Mahasiswa (Menwa). Sistem tersebut menggunakan karcis yang sudah otomatis keluar dengan diilengkapibarcode untuk mencatat kendaraan yang masuk dan keluar.
Selain itu, Closed-Circuit Television (CCTV) juga dipasang di sejumlah titik, seperti area masuk, lokasi petugas, dan area parkir. Ia mengatakan, rekaman CCTV digunakan untuk melihat kembali aktivitas yang terjadi di area parkir, termasuk ketika terjadi kehilangan kendaraan.
“Di sini ada kamera, di atas ada kamera, di sini juga ada kamera yang menyorot ke petugas, ” ucap Mulyadi.
Penggunaan CCTV di area parkir membutuhkan jaringan Wi-Fi khusus. Mulyadi mengatakan jaringan tersebut menggunakan Wi-Fi yayasan, sedangkan koneksi di beberapa area parkir masih lambat.
Penerapan gate parkir mendapat tanggapan dari mahasiswa. Salah satu mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Sabiq Ali Mazaya, mengatakan pengaktifan gate parkir merupakan langkah baik, tetapi penerapannya masih perlu dikembangkan dari sisi keamanan.
“Harusnya gate parkir ini bukan hanya sebagai alat untuk mengetahui orang itu masuk dan keluar jam berapa, tapi menjadi sebuah tools yang membuat mahasiswanya tuh aman di lingkup kampus,” ujar Sabiq saat diwawancarai pada Kamis, (13/8).
Sabiq juga menyoroti sistem pembayaran yang masih menggunakan uang tunai. Menurutnya, pembayaran nontunai perlu diterapkan bersama sistem gate sebagai bagian dari pengembangan layanan parkir.
Di sisi lain, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Salwa Alpia Febrianda, merasa dengan adanya gate parkir memudahkan dalam mengambil karcis karena sudah otomatis keluar dari sistem. “Nggak ribet gitu untuk kayak gimana, ya, ngambilin parkir parkirnya udah otomatis dari si struk yang itu nya,” katanya pada Senin, (10/8).
Salwa menambahkan, petugas parkir tetap diperlukan di setiap area untuk membantu pengguna ketika terjadi kendala pada sistem gate. Selain itu, untuk menjaga keamanan dan ketertiban parkir di lingkungan kampus.
Terakhir, Mulyadi mengatakan pemasangan gate akan dilanjutkan secara bertahap di area parkir lainnya. Ia berharap mahasiswa dapat parkir dengan aman.
“Yang penting mahasiswa masuk, aman, keluar bayar 1.500. Jangan sekarang mau keluar nggak bawa uang besok aja, besok mendingan datang, kan ngibul namanya.” Harapnya.
Reporter: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Penulis: Siska Vania/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
