Potret sambutan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten dalam acara Taaruf Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Aula Hj. Kartimi Kridhoharsojo Universitas Islam Bandung (Unisba), Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Senin, (14/9). (Foto: Siska Vania/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali mengadakan Taaruf Mahasiswa Baru (Maba) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Utama Unisba, tepatnya di Gedung Hj. Kartimi Kridhoharsojo pada Senin, (14/9). Tercatat sebanyak 1.938 mahasiswa dilantik pada tahun ini.
Koordinator Acara Taaruf, Liza Dzulhijjah, mengatakan persiapan Taaruf tahun ini berlangsung lebih singkat, yakni sekitar 2 bulan dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa memakan waktu 3-4 bulan. Hal ini terjadi karena adanya pemotongan dana sebesar 50 persen yang memengaruhi konsep pelaksanaan Taaruf.
“Dari yang tahun lalu tuh pokoknya hampir kepotong atau sekitar 50 persen dana itu terpotong untuk tahun ini. Jadi untuk konsep acara tahun ini, seperti yang mungkin juga teman-teman Ormawa (Organisasi Mahasiswa, Red) sudah tahu, ya, kita sangat melakukan efisiensi untuk kali ini,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin, (14/9).
Menurut Liza, persiapan Taaruf mendapat sedikit kendala ketika memastikan narasumber bisa hadir di hari acara. Sementara saat pelaksanaan, sesi prosesi terhitung memakan waktu lebih lama dari jadwal yang tertera di rundown.
“Ada schedule yang tidak sesuai dengan estimasi waktu yang ada di rundown gitu ya. Dari yang mulai prosesi harusnya selesai 70 menit, itu ternyata harus lebih gitu dan tentu itu juga berakibat kepada acara-acara selanjutnya,” kata Liza.
Selain itu, ia menuturkan penampilan Ormawa ikut terkena imbas dari keterbatasan waktu dan finansial. Di samping itu, sesi hiburan yang berpotensi memberikan peluang percampuran antara laki-laki dan perempuan seperti menari kini ditiadakan.
Salah satu Maba Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Naufal Muzakki, mengatakan pelaksanaan Taaruf tahun ini sudah cukup baik. Namun, ia menyoroti tidak adanya konsumsi yang diberikan pada saat Istirahat, Sholat, dan Makan (Ishoma).
“Karena mahasiswa tuh kayak ada yang kesiangan, bangunnya jadi nggak sempet bekel, mau beli juga uangnya kurang,” ungkapnya saat diwawancarai pada Senin, (14/9).
Maba lainnya, Raysha Amyra dari Fakultas Kedokteran (FK), menilai Taaruf hari pertama terasa menyenangkan walaupun berada di jam rawan mengantuk. “Soalnya kita tuh gampang banget ngantuk dan kaya apa fokusnya tuh rata-rata ke bagian gedung dalam aja yang di luar nggak ke notice gitu,” tutur Raysha pada Senin, (14/9).
Raysha juga merasa pembagian waktu dan tempat sholat dinilai kurang efisien dan terburu-buru. Namun, ia berharap Taaruf di tahun berikutnya bisa lebih baik lagi.
Di sisi lain, Naufal berharap Unisba bisa lebih siap untuk memfasilitasi Maba. “Harapan buat Taaruf kedepannya, Unisba bisa lebih siap gitu buat memfasilitasi Mabanya kayak toilet, air, ataupun konsumsi.” Pungkas Naufal.
Reporter: Siska Vania & Siti Nur Halizah/SM
Penulis: Siti Nur Halizah/SM
Editor: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
