Potret minimnya keterlibatan Ormawa dalam Kongres Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Islam Bandung (KBMU) yang berlangsung di Aula Pascasarjana Unisba, Jalan Purnawarman No. 59, Kota Bandung pada Sabtu, (12/9). (Foto: Aura Lestari Sandy/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Pelaksanaan Kongres Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Islam Bandung (KBMU) kembali mengalami keterlambatan dan minim partisipan. Acara yang dijadwalkan pada Sabtu, (12/9) pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) tersebut baru dimulai beberapa jam kemudian.
Berdasarkan pantauan Suara Mahasiswa, pelaksanaan Kongres baru dimulai sekitar pukul 11.48 WIB hingga pukul 15.50 WIB. Adapun berdasarkan susunan acara, Kongres seharusnya dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu-Minggu, (12-13/9), namun pelaksanaannya selesai dalam satu hari.
Ketua Pelaksana Kongres, Muhammad Yoga Eka Pratama, mengatakan keterlambatan terjadi karena adanya kendala teknis dalam persiapan terutama terkait tempat pelaksanaan. Sebelumnya, panitia berencana menggunakan tempat di Kampus II Unisba Ciburial namun, lokasi tersebut ternyata digunakan oleh Fakultas Farmasi dan Sains (FFDS) sehingga harus mencari tempat lain.
Menurutnya, proses pencarian tempat tersebut menjadi salah satu kendala dalam persiapan Kongres. Setelah berkoordinasi dengan pihak kemahasiswaan, panitia akhirnya menggunakan Aula Pascasarjana sebagai lokasi pelaksanaan.
Selain persoalan tempat, keterlambatan juga dipengaruhi oleh kesiapan petugas dan kehadiran sejumlah peserta. “Teman-teman (Panitia, Red) kesini jam 7 ternyata petugasnya belum ada dan petugasnya datang di setengah 8. Terus dari pengurus BEMU (Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba, Red)-nya telat, jam 9 baru datang. Kuorum dari BEM dan DAM (Dewan Amanat Mahasiswa, Red) juga itu belum pada datang.” Kata Yoga saat diwawancarai pada Sabtu, (12/9).
Menurut pemahamannya, apabila kuorum tidak memenuhi setengah plus satu maka Kongres akan dipending 2 kali 5 menit. Namun setelah pending kuorum tetap tidak terpenuhi, Kongres tetap dilanjutkan karena menurutnya sudah sesuai dengan tata tertib yang berlaku.
Sementara itu, Demisioner Ketua DAM Unisba (DAMU) periode 2025/2026, Akmal Faiz Faqihi mengakui waktu pemberitahuan pelaksanaan Kongres belum cukup untuk memastikan kesiapan seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Ia menuturkan, penyebaran undangan terkesan tiba-tiba karena DAMU mengejar rangkaian Pemira dan Kongres sebelum Mahasiswa Baru (Maba) hadir.
“Alasannya kami menginginkan supaya perihal Kongres ini bisa berjalan cepat, dalam artian mulai dari pagi terus dilanjutkannya besok (Minggu, Red) tapi alhamdulillah ternyata untuk Kongres ini bisa selesai dalam satu hari.” Ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu, (12/9).
Tanggapan Ormawa terhadap Pelaksanaan Kongres
Dari sisi peserta, Ketua Komisi C DAM Fakultas Psikologi, Abdan Ikhsanul Fadhil, mengaku terkejut ketika menerima informasi terkait Kongres. Ia menyebut, pemberitahuan diterima sekitar pukul 23.00 WIB, sementara pihaknya tengah mempersiapkan studi banding dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di hari yang sama.
“Kaget sih teh, soalnya kita lagi sibuk ngurusin studi banding sama UPI gitu, agak bentrok makanya kita agak telat datangnya.” Ucap Abdan pada Sabtu, (12/9).
Abdan juga menilai pemberitahuan yang mendadak dapat menjadi salah satu penyebab minimnya kehadiran Ormawa. Menurutnya, agenda fakultas lain bisa saja berbenturan dengan pelaksanaan Kongres.
Hal serupa disampaikan oleh Ketua BEM Dakwah, Ahmad Zaki, ia menyoroti minimnya keterwakilan Ormawa dalam pelaksanaan Kongres. Ketidakhadiran seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan sebagian Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) dinilai janggal dalam forum yang seharusnya melibatkan seluruh unsur KBMU.
“Saya rasa Kongres kemarin itu nggak terlalu terbuka karena ternyata masih banyak bahkan hampir setengahnya dari Ormawa atau UKM LKM yang memang tidak hadir gitu, bahkan saya pun hadir itu agak lumayan telat sudah pleno 4, bahkan sudah beres,” tuturnya pada Minggu, (13/9).
Tak hanya itu, Zaki mengatakan waktu pemberitahuan informasi Kongres dinilai terlalu mepet. Dirinya menerima undangan melalui grup pimpinan BEM Fakultas pada pukul 21.44 WIB, sedangkan Kongres dijadwalkan pukul 07.00 WIB.
Selain minimnya peserta, ia menyinggung durasi Kongres yang terbilang sebentar. Menurutnya, sidang di tingkat fakultas saja dapat berlangsung selama beberapa hari sehingga singkatnya pelaksanaan Kongres turut menjadi pertanyaan.
Usai pelaksanaan Kongres, Zaki berharap ke depannya lebih banyak Ormawa yang hadir dalam Kongres agar dapat berpartisipasi serta menyampaikan kritik dan saran. Senada, Abdan harap Kongres selanjutnya dapat diikuti oleh seluruh fakultas dan dilaksanakan tepat waktu.
Reporter: Aura Lestari Sandy, Linda Puji Yanti & Muhammad Chaidar Syaddad/SM
Penulis: Siska Vania/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
