Menurut ketua panitia Arga Prahara, dipilihnya tema “SATU” dikarenakan mempunyaiberbagai macam makna foto yang berbeda, seperti kejayaan dan kemunduran. “Banyaklah makna foto satu itu, ada satu orang cuman sendiri dan engga ngapa-ngapain, maknanya bisa jadi kesedihan, jadi orang melihat foto itu gak sama.” Tambah mahasiswa Unisba jurusan Public Relations 2009 ini.
Pameran yang telah dipersiapkan sekitar 4 bulan ini, nantinya akan diisi talkshow oleh Budi Ipoeng, pendiri sekolah fotografi dan nonton bareng film dokumenter tentang fotografi.
Menurut Arga, setelah mengadakan acara ini, klub foto yang telah bernaung di Unisba sejak 30 Agustus 2000 lalu, ingin mengadakan pameran yang lebih besar dengan konsep yang lebih matang. “Bikin pameran yang lebih gede, konsepnya lebih matang lagi, biar orang bisa majang karya di pameran kita, bukan hanya anggota jepret saja dan jepret bisa jadi klub fotografi yang diperhitungkan di Bandung,” tuturnya.
Senada dengan Arga, salah satu anggota jepret lainya Anita pusporini mengutarakan hal yang sama. “Ingin hunting bareng sama komunitas foto dan mengadakan pameran yang lebih besar dari ini,” ujar wanita berkacamata ini.
Sebelumnya, pada hari sabtu (15/12) kemarin, ditempat yang sama diadakan acara pembukaan pameran ini. Pembukaan diresmikan dengan cara gunting rol film yang dihadiri oleh kerabat, alumni jepret dan KOPMA Unisba. Pegunjung masih dapat menikmati 37 karya foto tersebut, karena pameran sendiri akan berlangsung hingga tanggal 21 Desember nanti.
