
Senin (07/06) Unisba nampak berbeda. Para mahasiswa dengan stelan kaos putih dibalut dengan bawahan bernuansa batik, sibuk mempersiapkan sesuatu. Mereka merupakan mahasiswa kreatif kelas C Public Relations angkatan 2007. Tujuan mereka adalah tempat dengan dua puluh deretan stand berjejer yang didalamnya terdapat panggung kecil. Lapangan volley yang sepi, seketika berubah menjadi pusat keramaian di senin itu, Adalah “Bandung City Of Food”, sebuah tema dari bazaar makanan tradisional Bandung.
Ketika masuk ke dalam bazaar area, pengunjung disambut dengan 35 jenis makanan dan jajanan khas Bandung yang dijejerkan di atas 20 stand yang tersedia, mata pengunung di manjakan dengan aneka makanan itu. Pengunjung seolah dipaksa untuk membeli salah satu dari jajanan yang di pamerkan, ditambah dengan tawaran-tawaran dari panitia di setiap stand. Semakin membuat pengunjung tergoda untuk membeli dan mencicipi salah satu dari jajanan disana, apalagi melihat jajanan yang disediakan merupakan jajanan favorit di Bandung.
Otak-otak, Cireng, Colenak, Pisang Ijo, menjadi bagian dari jajanan khas yang disediakan. Jajanan tradisional favorit di Bandung, dengan mengeluarkan uang tidak lebih dari Rp.14.000 kita akan mendapat kenikmatan rasa dari aneka macam jajanan yang disediakan. “Bagus, sering-sering aja acara kayak gini” begitulah ucap Imay Mahasiswa PR 2007.
Tidak hanya itu, suasana semakin asik karena pengunjung kembali di manjakan denganlive accoustic dari Cassavana, Klanery, Munu’u dan beberapa pengisi acara lainnya. Dari jam 10.00 WIB ketika acara mulai di buka, sampai sore tadi pengunjung masih terlihat memadati bazaar. “Respon sendiri bagus ya, dari pagi rame, terus sampe sore juga anak-anak masih ngisi acara, sampe Rektor Unisba juga datang, kaget banget, tapi alhamdulillah ya” Tutur teteh berambut panjang sang wakil ketua pelaksana, Mariana Hanaya Mahasiswi PR 2007.
