Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Kampus
  • Dosen Angkat Bicara Soal Krisis Kepemimpinan
  • ALL POST
  • Berita Kampus

Dosen Angkat Bicara Soal Krisis Kepemimpinan

Suara Mahasiswa November 15, 2013

Dosen Angkat Bicara Soal Krisis Kepemimpinan

Suaramahasiswa.info, Unisba – Molornya pelaksanaan pemilu dan krisis kepemimpinan di kalangan mahasiswa Unisba tidak hanya menjadi perhatian mahasiswa saja. Dosen pun mulai angkat bicara perihal masalah ini.

Melihat mahasiswa yang kurang peduli terhadap keadaan ini, Yuhka Sundaya, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi hampir pada kesimpulan bahwa BEM sudah tidak dibutuhkan mahasiswa. “BEMU menurut saya mati. Pelaksanaan kongres nanti adalah suatu momentum untuk memformat ulang tatanan organisasi mereka,” ujarnya saat ditemui Suara Mahasiswa diruang Wakil Dekan I Ekonomi.

Yuhka pun berpendapat bahwa ada kekuatan yang sengaja mematikan potensi mahasiswa, sehingga menggeser perilaku altruisme menjadi individualistik. Namun kekuatan itu sendiri masih dipertanyakan, apakah kekuatan kekuasaan atau kekuatan dominasi lingkungan. “Harus ditanyakan dulu kepada mahasiswa, apakah masih menganggap penting organisasi? Jika merasa penting, ya perbaiki. Jika tidak merasa penting, ya jangan jadi mahasiswa. Karena, aktif adalah  ciri dari mahasiswa,” ungkapnya.

Ada tiga hal yang terkandung dalam UU Pendidikan 2012, yaitu kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan. Namun  hal tersebut tidak melembaga di kalangan mahasiswa, sehingga tidak memberikan energi kepada mahasiswa untuk membuka kacamatanya bahwa di luar sana terdapat banyak permasalahan.

Akan terjadi beberapa kerugian jika DAMU dan BEMU dibekukan. Pertama, mahasiswa tidak bisa memanfaatkan kekuatan pada organisasi nasional. Kedua, kehilangan kesempatan berinteraksi dengan lembaga lain. Ketiga, akan semakin tebal cap ‘individualistik’ terhadap mahasiswa Unisba. Keempat, tidak akan tertanamnya karakteristik mujahid, mujtahid, dan mujaddid.

Kriteria pemimpin yang kritis, peka terhadap lingkungan, pekerja keras, dan rajin membaca pun diharapkan oleh Yuhka. “Seharusnya dinamika kampus itu dikendalikan oleh mahasiswa, bukan oleh pimpinan kampus. Karena jika diatur oleh pimpinan kampus, maka mahasiswa akan seperti zombie, jalan tapi tidak berpikir,” papar Yuhka. (Desyane/SM)

Tags: @suaramahasiswa BEM Unisba DAM Unisba komentar dosen krisis kepemimpinan mahasiswa Unisba

Continue Reading

Previous: Orang Indonesia Menjadi Buruan Media Italia
Next: Pemikiran Rock and Roll Albert Camus Akan Budaya Pop

Hal Terkait

Unisba Lantik 1.536 Wisudawan pada Gelombang II TA 2025/2026
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Lantik 1.536 Wisudawan pada Gelombang II TA 2025/2026

Agustus 23, 2026
Unisba Kembali Aktifkan Gate Parkir Secara Bertahap
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Kembali Aktifkan Gate Parkir Secara Bertahap

Agustus 21, 2026
Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua
  • Berita
  • Berita Kampus

Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua

Agustus 16, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Kabel Semrawut, Pejalan Kaki Ikut Kalut
  • Curhat

Kabel Semrawut, Pejalan Kaki Ikut Kalut

Agustus 24, 2026
Unisba Lantik 1.536 Wisudawan pada Gelombang II TA 2025/2026
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Lantik 1.536 Wisudawan pada Gelombang II TA 2025/2026

Agustus 23, 2026
Unisba Kembali Aktifkan Gate Parkir Secara Bertahap
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Kembali Aktifkan Gate Parkir Secara Bertahap

Agustus 21, 2026
Di Sela Riuh Kemerdekaan
  • Feature

Di Sela Riuh Kemerdekaan

Agustus 20, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.