Mahasiswa baru saling berdesakan untuk mengisi absen pada Hari ke-2 Taaruf Unisversitas Islam Bandung, Rabu (21/8). Diantara kerumunan tersebut, terselip 2 orang mahasiswi yang berkembangsaan Thailand.
Suaramahasiswa.info, Unisba – Di tahun ajaran 2013-2014 ini, Unisba kedatangan mahasiswa baru dari luar negeri, beberapanya yaitu Diani dan Maroha. Keduanya yang sama-sama berasal dari Thailand ini, mereka mengungkapkan bahwa kuliah di negara lain memiliki kesulitan tersendiri. “Belum pandai bercakap Indonesia, karena di sini baru tiga bulan,” ujar Diani yang memilih jurusan Ekonomi – Manajemen, ketika ditemui suaramahasiswa pada rangkaian Ta’aruf mahasiswa baru Unisba 2013, di kampus 1 Tamansari, Rabu (21/8).
Maroha, yang memilih jurusan berbeda dengan Diani, yaitu Tarbiyah, berpendapat kalau ia memilih berkuliah di Unisba karena sudah mengetahui seluk beluk kampus biru dari internet dan teman-temannya. “Saya mendapat informasi dan data-data dari internet, dan kakak-kakak yang sudah mengetahui” ujarnya, terbata-bata. Keduanya memang belum terlalu fasih berbahasa Indonesia, mereka mengaku hanya bisa bahasa Melayu.
Terlepas dari itu, keduanya mengaku senang dapat berkuliah di negara tetangga. “Teman-teman Indonesia ini bagus, apabila bertemu itu tidak sombong, malah saling tegur” ujar Diani. Mereka pun bertekad untuk dapat lebih memperdalam kemampuan interaksi sesegara mungkin, agar dapat beradaptasi dengan baik.
Kegiatan ta’aruf hari kedua ini diisi dengan materi-materi mulai dari kemahasiswaan, lingkungan, prosedur pembayaran atau yang terkait dengan keuangan, serta perkenalan struktur Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU), mulai dari BEMU, DAMU, LKM, serta UKM. “Semua kegiatannya bagus, rame sih, no comment lah pokoknya” ucap Assyifa, mahasiswa baru jurusan Dakwah. Rangkaian ini akan disambung esok hari dengan kegiatan Program Pengembangan Pribadi Muslim (P3M). (Bobby Agung Prasetyo/SM)
