Teks oleh: Ganjar Fachrudin
Foto oleh: Idham Pradipta
Saat ini, banyak sekali permasalahan sosial seperti pemberdayaan wanita yang belum terselesaikan. Salah satu cara menyelesaikan masalah ini adalah adanya kepedulian pemuda karena mereka adalah pionir dari setiap pemecahan masalah sosial. Hal inilah yang melatarbelakangi terlaksaanya acara Youth Talk yang diadakan oleh AIESEC Local Committee (LC) Bandung dengan mengangkat tema “Woman Empowerment” di Café Kopi Kamu, Bandung (06/01). “Melalui acara ini, kami mencoba memberikan upaya kami untuk masyarakat, LSM dan pemuda agar membuka kesempatan bersama-sama mencapai tujuan yang didasarkan pada isu global”, ujar Anna Ihfiana yang dikutip dari Press Release yang disediakan pihak AIESEC. Wanita yang menjabat sebagai Vice President of Commuication AIESEC LC Bandung ini menambahkan bahwa ini merupakan langkah kongkrit yang dikolaborasikan dengan media untuk bersama-sama memecahkan masalah woman empowerment.
Acara ini sendiri berisi pejelasan tentang pentingnya kepedulian pemuda akan masalah sosial yang ada disekitarnya. Seperti yang dikatakan Ellin Rozana dalam penjelasannya di Youth Talk bahwa saat ini kepedulian pemuda akan masalah sosial dirasa kurang. “Peranan anak muda untuk masalah sosial seperti wanita saya merasa untuk lima tahun terakhir cenderung menurun”, ujar Direktur Institut Perempuan ini.
Dalam acara yang terlaksana atas kerjasama dengan Jendela Perempuan dan Anak, IBU Foundation, dan Institut Perempuan ini, dijelaskan juga bahwa tidak hanya pemuda setingkat mahasiswa yang harus memperdulikan wanita, melainkan harus dipupuk dari kecil. “Sebenarnya kepedulian wanita tidak hanya dari mahasiswa dong, tapi juga dipupuk dari kecil, dari SMP, SMA atau dari kecil banget”, tegas Anna. Wanita berkulit putih ini pun menambahkan bahwa harus ada kepedulian lintas gender. “Laki-laki juga harus mempuyai kepedulian yang sama tentang woman”, tambahnya.
Youth Talk sendiri medapat sambutan positif dari para wanita, salah satunya Rafi dari SITH ITB 2011, “acaranya bagus, benar-benar edukasi buat orang-orang yang datang, nambah wawasan juga tentang apa itu woman empowerment”, ujarnya.
Kedepannya, AIESEC masih akan mengadakan acara yang berhubungan dengan wanita. Acara tersebut masuk kedalam project WAW (Woman and The World) yang terselenggara sejak 28 Nopember 2011 hingga 20 Januari 2012. Youth Talk sendiri adalah salah satu dari rangkaian acara WAW tersebut. “Kita mengadakan project jadi kalau di AIESEC itu tiap tiga bulan namanya WAW, jadi kita mengajak teman-teman mahasiswa agar peduli bagi para wanita”, tutup Anna.
